Tren

Wali Kota Portland Desak ICE Setop Operasi Usai Penembakan: ‘Komunitas Berhak Kedamaian’

Wali Kota Portland Keith Wilson mendesak otoritas Imigrasi dan Penguatan Bea Cukai (Immigration and Customs Enforcement/ICE) untuk menghentikan operasinya di wilayah tersebut. Desakan ini muncul setelah seorang agen federal menembak dan melukai dua orang di tenggara Portland pada Kamis (8/1).

“Portland bukanlah tempat pelatihan bagi agen-agen yang termiliterisasi,” tegas Wali Kota Wilson dalam konferensi pers Kamis malam. Ia menambahkan, “Komunitas kami berhak mendapatkan penjelasan, komunitas kami berhak atas akuntabilitas, dan yang terpenting, komunitas kami berhak atas kedamaian.”

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Insiden penembakan ini terjadi hanya sehari setelah seorang petugas ICE menembak mati seorang perempuan di Minneapolis. Peristiwa di Minneapolis tersebut telah memicu gelombang protes kemarahan di berbagai kota di Amerika Serikat, menyoroti pengetatan penegakan imigrasi di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) memberikan pernyataan terkait insiden di Portland. Menurut DHS, seorang agen Patroli Perbatasan “melepaskan tembakan defensif” ke arah sebuah kendaraan. Tindakan ini diambil setelah pengemudi kendaraan tersebut diduga “menjadikan kendaraan sebagai senjata” dan berupaya melarikan diri dari lokasi.

Dalam ringkasan Mureks, dua individu yang berada di dalam mobil tersebut diidentifikasi sebagai migran Venezuela tanpa dokumen resmi. DHS juga menyebutkan bahwa salah satu penumpang di dalam kendaraan itu sebelumnya pernah terlibat dalam insiden penembakan.

Mureks