Tren

Tiga ABK Selamat dari Maut Usai Kapal Barang Tenggelam Dihantam Ombak di Perairan Kuala Pangkal Duri Jambi

Tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan tiga anak buah kapal (ABK) yang kapalnya tenggelam setelah dihantam ombak tinggi di perairan Kuala Pangkal Duri, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Jambi, pada Kamis (8/1/2026). Para korban ditemukan bertahan di atas bangkai kapal dengan perlengkapan seadanya.

Kepala Kantor SAR Jambi, Adah Sudarsa, menjelaskan bahwa insiden kapal nelayan dihantam ombak terjadi pada pukul 01.00 WIB dini hari. “Tim SAR menerima informasi dari keluarga korban pada pukul 08.00 WIB kemudian langsung menurunkan tim ke lokasi kejadian,” kata Adah di Jambi, Kamis (8/1/2026).

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Kapal muatan barang tersebut, yang berlayar dari Kepulauan Lingga menuju Kuala Pangkal Duri, dihantam ombak besar di sekitar perairan Kuala Pangkal Duri. Tiga ABK yang berhasil diselamatkan adalah Andu (61), Pendi (38), dan Along (37).

Menurut Adah, ombak diperkirakan mencapai ketinggian dua hingga dua setengah meter saat kejadian. “Saat kejadian diperkirakan ombak setinggi dua hingga dua setengah meter menerjang kapal mereka sehingga terbalik dan tenggelam di perairan itu,” ujarnya.

Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan yang terdiri dari Unit Siaga SAR Tungkal, Polairud, TNI-AL, dan PMI segera bergerak menuju lokasi menggunakan kapal RIB 01 milik Basarnas. Mureks mencatat bahwa respons cepat tim gabungan sangat krusial dalam menyelamatkan para korban yang terombang-ambing di laut.

Para korban kemudian dievakuasi dan langsung dibawa menuju rumah sakit di Tungkal, Kabupaten Tanjungjabung Barat, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. “Korban oleh tim SAR langsung dibawa menuju rumah sakit di Tungkal, Kabupaten Tanjungjabung Barat untuk penanganan medis lebih lanjut,” tegas Adah Sudarsa.

Terkait kondisi perairan Tanjungjabung Barat yang kerap dilanda cuaca ekstrem, Basarnas Jambi mengimbau seluruh nelayan untuk selalu mempersiapkan peralatan keselamatan, mengecek perkiraan cuaca, dan memastikan kondisi kapal layak berlayar.

Apabila terjadi kondisi membahayakan manusia, bencana alam, atau kecelakaan kapal, masyarakat diimbau untuk segera menghubungi instansi terkait atau melalui pusat panggilan Basarnas 115.

Mureks