Olahraga

Thomas Frank Lindungi Cristian Romero dari Badai Kritik Usai Sindir Petinggi Tottenham Hotspur

Manajer Tottenham Hotspur, Thomas Frank, pasang badan membela kapten timnya, Cristian Romero, pada Jumat (09/01/2026). Pembelaan ini muncul setelah bek asal Argentina tersebut memicu kegaduhan dengan mengunggah kritik terbuka yang ditujukan kepada jajaran petinggi klub melalui media sosial pribadinya.

Situasi internal Spurs memanas menyusul performa buruk tim yang hanya memetik satu kemenangan dari enam laga terakhir di Liga Primer Inggris. Kekalahan tipis 2-3 dari Bournemouth pada Kamis (08/01/2026) kian memperburuk keadaan, membuat The Lilywhites kini terpuruk di posisi ke-14 klasemen sementara.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Kritik Pedas dan Revisi Pernyataan Romero

Usai laga kontra Bournemouth, Romero mengunggah pernyataan emosional di Instagram. Ia menuding ada pihak-pihak di jajaran manajemen yang hanya muncul saat tim meraih hasil positif dan menghilang saat badai menerjang. Dalam unggahan versi pertama yang kini telah dihapus, Romero bahkan tidak segan menyebut pihak hierarki klub menyebarkan “kebohongan”.

Namun, ia kemudian mengunggah ulang pernyataan tersebut dengan nada yang sedikit diperhalus, namun tetap membawa pesan kritik yang tajam. “Permintaan maaf kepada seluruh penggemar yang mengikuti kami di mana pun, yang selalu ada dan akan terus ada,” tulis Romero dalam unggahan terbarunya. “Kami bertanggung jawab, tidak ada keraguan tentang itu. Namun kami akan terus menghadapinya dan mencoba membalikkan keadaan, demi diri kami sendiri dan demi klub.”

Romero menambahkan sindiran keras terkait minimnya kehadiran petinggi klub di depan publik saat masa sulit. “Di saat seperti ini, seharusnya orang lain yang keluar untuk bicara, tapi mereka tidak melakukannya—seperti yang telah terjadi selama beberapa tahun sekarang. Mereka hanya muncul saat semuanya berjalan baik,” lanjutnya.

Respons Thomas Frank Terhadap Kaptennya

Menanggapi tindakan kaptennya, Thomas Frank memilih untuk melakukan pendekatan persuasif. Meski mengakui bahwa kritik tersebut seharusnya tidak disampaikan secara terbuka, Frank tetap memuji integritas Romero sebagai pemimpin di lapangan. “Saya pikir dia telah melakukan banyak hal dengan benar. Dia masih seorang pemimpin muda dan telah melakukan banyak hal baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujar Frank.

Frank menegaskan bahwa hubungannya dengan Romero tetap solid, meski ia telah memberikan teguran terkait profesionalisme dalam berkomunikasi. Ia lebih memilih melihat kontribusi Romero saat bertanding dibandingkan kegaduhan di media sosial. “Saya sangat senang dengan penampilannya tadi malam. Dia adalah kapten sejati sepanjang pertandingan dan saat turun minum. Namun, ketika Anda adalah pemimpin muda, terkadang Anda membuat kesalahan. Lebih baik menjaga hal-hal seperti itu tetap internal,” jelas Frank.

Pelatih asal Denmark tersebut juga mengonfirmasi bahwa dirinya telah berbicara langsung dengan Romero untuk meredam situasi. “Kami melakukan percakapan yang baik pagi ini yang akan kami simpan secara internal,” tutupnya. Situasi ini, menurut Mureks, menjadi ujian besar bagi Thomas Frank dalam menjaga kondusivitas ruang ganti Spurs, di tengah tuntutan suporter agar klub segera bangkit dari papan bawah klasemen.

Mureks