Pelatih Genoa, Daniele De Rossi, secara tegas mengambil alih tanggung jawab penuh atas kegagalan eksekusi penalti Nicolae Stanciu. Insiden krusial tersebut terjadi saat Genoa bertandang ke markas AC Milan di San Siro, yang membuat Il Grifone gagal membawa pulang tiga poin penuh.
Dalam laga sengit tersebut, Genoa sempat unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak oleh Lorenzo Colombo. Namun, keunggulan itu sirna setelah Rafael Leao berhasil menyamakan kedudukan bagi Rossoneri di babak tambahan waktu. Kesempatan emas untuk meraih kemenangan datang di menit-menit akhir, namun tendangan penalti Nicolae Stanciu melambung jauh di atas mistar gawang yang dijaga Mike Maignan.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Menanggapi hasil imbang tersebut, De Rossi menjelaskan keputusannya terkait penendang penalti. Menurutnya, ia telah menyiapkan dua penendang utama, yakni Ruslan Malinovskyi dan Aaron Martin, sebelum pertandingan dimulai. Namun, kedua pemain tersebut sudah ditarik keluar lapangan saat momen krusial itu tiba.
“Sebelum pertandingan dimulai kami memiliki 2 penendang penalti yaitu Malinovskyi dan Martin, tetapi saya memutuskan untuk menarik keduanya keluar lapangan lebih awal,” ujar De Rossi dalam sesi wawancara pasca-laga.
Catatan Mureks menunjukkan, keputusan untuk menunjuk Nicolae Stanciu sebagai eksekutor penalti didasari oleh pengamatan De Rossi selama sesi latihan tim. Ia melihat kemampuan tendangan pemain asal Rumania itu sangat luar biasa.
“Itu adalah pilihan saya karena saya melihat bagaimana dia melakukannya dalam latihan. Dengan mempertimbangkan pemain lain di lapangan, saya pikir itu adalah pilihan yang sangat masuk akal,” tambahnya.
De Rossi juga mengungkapkan rasa penyesalannya terhadap Stanciu. Ia memuji profesionalisme pemainnya dan merasa Stanciu sangat pantas untuk merayakan gol bersama rekan-rekan setimnya.
“Saya merasa sangat menyesal untuknya karena dia adalah orang hebat yang tidak pernah menurunkan profesionalismenya. Dia sangat pantas untuk merayakan gol tersebut bersama rekan-rekan setim yang lainnya.”






