NEW YORK, Mureks – Ekspektasi inflasi di Amerika Serikat (AS) dilaporkan meningkat pada Desember 2025, bersamaan dengan memburuknya persepsi masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja. Kondisi pasar tenaga kerja bahkan mencapai level terendah dalam setidaknya 12,5 tahun terakhir, berdasarkan survei bulanan Federal Reserve Bank of New York.
Laporan yang dirilis pada Kamis (8/1/2026) menunjukkan, konsumen di AS memperkirakan harga-harga akan naik sebesar 3,4% selama setahun ke depan. Angka ini mengalami kenaikan dari 3,2% yang tercatat pada November 2025.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Di sisi lain, probabilitas yang dirasakan konsumen untuk dapat menemukan pekerjaan baru jika mereka kehilangan pekerjaan saat ini merosot tajam. Angka tersebut kini berada di level 43,1%, sebuah rekor terendah dalam sejarah Survey of Consumer Expectations yang mulai dilakukan sejak pertengahan 2013. Mureks mencatat bahwa penurunan ini mengindikasikan kekhawatiran yang mendalam di kalangan pekerja AS.
Data-data ini menyoroti adanya perbedaan pandangan yang signifikan di kalangan pejabat Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed). Sebagian pejabat lebih mengkhawatirkan ancaman inflasi yang terus meningkat, sementara pihak lain menilai risiko pengangguran yang kian membesar sebagai prioritas utama.
Kesenjangan pandangan ini diperkirakan akan membuat The Fed menahan diri untuk tidak mengubah suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya yang dijadwalkan akhir bulan ini. Keputusan ini akan sangat dinanti mengingat dinamika ekonomi AS yang kompleks.
Hasil survei tersebut dirilis menjelang publikasi data ketenagakerjaan bulanan dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada Jumat (9/1/2026), serta data indeks harga konsumen (IHK) yang dijadwalkan keluar pada 13 Januari 2026. Kedua data ini akan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai kondisi ekonomi AS.






