Olahraga

Tendangan Kungfu Berujung Sanksi Seumur Hidup: Komdis PSSI Jatim Hukum Pemain Putra Jaya Pasuruan

Komite Disiplin (Komdis) PSSI Provinsi Jawa Timur resmi menjatuhkan sanksi berat kepada Muhammad Hilmi, pemain klub Putra Jaya Pasuruan. Hilmi dilarang beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup menyusul insiden ‘tendangan kungfu’ yang melukai pemain lawan.

Keputusan ini diumumkan pada Selasa (6/1/2026), sehari sebelum pantauan Mureks pada Rabu (7/1/2026). Insiden tersebut terjadi saat pertandingan antara Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung, di mana Hilmi melancarkan tendangan ke dada Firman Nugraha.

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

Menurut keterangan Komdis, Hilmi meloncat dan mengarahkan tendangan ke dada Firman, meskipun bola bergulir di atas lapangan. Tindakan ini memunculkan dugaan kuat adanya unsur kesengajaan dari sang pemain.

Sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI Asprov Jawa Timur tidak hanya berupa larangan bermain, melainkan juga larangan beraktivitas di seluruh ranah sepak bola. Hal ini secara praktis mengakhiri karier Muhammad Hilmi di lapangan hijau.

Dalam putusannya, Komdis juga menegaskan bahwa Hilmi tidak memiliki hak untuk mengajukan banding. Ia dinyatakan melanggar Pasal 48 Jo. Pasal 49 Jo. Pasal 10 Jo. dan Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025.

Selain itu, Hilmi diwajibkan membayar denda sebesar Rp2,5 juta. Nominal denda ini, menurut Mureks, terbilang kecil jika dibandingkan dengan pelanggaran berat yang dilakukannya serta potensi dampak serius yang ditimbulkan.

Potensi Cedera Permanen Jadi Pertimbangan Utama

Pertimbangan utama Komdis dalam menjatuhkan hukuman berat ini adalah sifat tindakan Hilmi yang tergolong kekerasan. Tendangan kungfu ke arah dada korban berpotensi menyebabkan cedera parah, bahkan cacat permanen bagi Firman Nugraha.

Komdis PSSI Asprov Jawa Timur berharap sanksi tegas ini dapat memberikan efek jera yang kuat bagi pemain lain. Tujuannya adalah untuk mencegah terulangnya insiden serupa di kancah sepak bola nasional di masa mendatang.

Mureks