Olahraga

Tendangan Brutal Liga 4 Jatim: Hilmi Hantam Firman, Ingatkan Aksi De Jong ke Xabi Alonso

Insiden mengerikan terjadi di Liga 4 Jawa Timur pada Senin (5/1), ketika pemain Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar, melancarkan tendangan kungfu brutal kepada pemain Perseta Tulungagung, Firman Nugraha. Aksi ini sontak memicu ingatan publik terhadap insiden serupa yang melibatkan gelandang timnas Belanda, Nigel De Jong, dan pemain timnas Spanyol, Xabi Alonso, di final Piala Dunia 2010.

Akibat tendangan Hilmi, Firman Nugraha mengalami kondisi serius, termasuk kejang, sesak napas, dan retak pada tulang rusuknya. Kondisi ini menyoroti bahaya cedera serius dalam sepak bola akibat pelanggaran keras.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Kilasan Insiden De Jong vs Alonso di Piala Dunia 2010

Mureks mencatat bahwa insiden antara Hilmi dan Firman memiliki kemiripan mencolok dengan momen kontroversial di Piala Dunia 2010. Saat itu, pada menit ke-28 pertandingan final, Nigel De Jong menerjang dada Xabi Alonso dalam perebutan bola. Beruntung bagi De Jong, wasit Howard Webb hanya memberinya kartu kuning, meskipun Alonso mengerang kesakitan di lapangan.

Beberapa tahun setelah kejadian tersebut, De Jong mengungkapkan bahwa ia tidak merasa bersalah atau menyesal atas tindakannya. “Saya hanya ingin memainkan bola, itu satu-satunya fokus saya. Saya tidak melihat Alonso datang karena dia berada di sisi ‘buta’ saya,” kenang Nigel De Jong.

Ia menambahkan, “Kami telah melihat satu sama lain, tetapi kami tidak pernah berbicara tentang momen itu. Mungkin suatu hari kami akan bertemu satu sama lain, minum bir dan menertawakannya. Pada akhirnya dia [Alonso dan Spanyol] memenangkan pertandingan. Saya pikir dia yang tertawa.”

Di sisi lain, Xabi Alonso menggambarkan rasa sakit yang ia alami. “Yang saya rasakan hanyalah rasa sakit yang luar biasa di dada saya,” kata Alonso, menggambarkan dampak langsung dari tendangan tersebut.

Mureks