Tren

Supersub Adil Boulbina Kubur Mimpi RD Kongo, Aljazair Melaju ke Perempat Final Piala Afrika 2025

Aljazair berhasil mengamankan tiket ke babak perempat final Piala Afrika 2025 setelah mengalahkan Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal penentu kemenangan dicetak oleh pemain pengganti, Adil Boulbina, pada menit ke-118 dalam laga babak 16 besar yang berlangsung dramatis di Rabat, Rabu (07/01/2026).

Pertandingan yang seolah ditakdirkan berakhir dengan adu penalti ini berubah arah berkat keputusan pergantian pemain yang brilian. Boulbina, yang baru masuk lapangan lima menit sebelumnya, muncul sebagai pahlawan tak terduga bagi The Desert Foxes.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Perang Taktik dan Penyelamatan Gemilang

Sebelum momen magis Boulbina, jalannya pertandingan adalah ujian fisik dan mental bagi kedua tim. Aljazair mendominasi penguasaan bola di awal, namun kesulitan menembus tembok pertahanan RD Kongo yang terorganisir rapi. Menurut Mureks, disiplin pertahanan RD Kongo menjadi kunci mereka menahan gempuran Aljazair sepanjang waktu normal.

RD Kongo sendiri tidak tinggal diam dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya melalui skema serangan balik cepat. Di babak pertama, Cedric Bakambu nyaris memecah kebuntuan, namun sepakannya berhasil diamankan dengan cerdas oleh kiper Aljazair, Luca Zidane. Tak lama berselang, sundulan Axel Tuanzebe dan upaya lanjutan Bakambu hanya melebar tipis dari gawang.

Memasuki babak perpanjangan waktu, intensitas pertandingan justru meningkat seiring dengan mulai melandanya kelelahan. Kiper RD Kongo, Lionel Mpasi-Nzau, tampil heroik dengan melakukan dua penyelamatan krusial untuk menggagalkan peluang emas dari Fares Chaibi dan Baghdad Bounedjah. Penampilan Mpasi-Nzau sebelumnya telah banyak dipuji sepanjang laga.

Gol Penentu dari Supersub

Namun, pertahanan kokoh RD Kongo akhirnya runtuh di menit-menit akhir perpanjangan waktu. Adil Boulbina, yang dimasukkan sebagai pemain pengganti, menerima bola di sisi kanan. Dengan tenang, ia melakukan cut inside dan melepaskan tembakan melengkung yang indah. Bola meluncur deras, menaklukkan Mpasi-Nzau dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Aljazair.

Reaksi Pemain dan Pelatih

Meski menjadi penentu kemenangan dan dinobatkan sebagai TotalEnergies Man of the Match, Boulbina menolak untuk mengambil kredit sendirian. Ia menyampaikan rasa syukurnya, “Pertama-tama, terima kasih kepada Tuhan. Selamat untuk Aljazair dan para penggemar. Saya masuk ke lapangan terlambat dan mencetak gol, tetapi ini adalah usaha kolektif dan bukan tentang saya. Ini perasaan yang luar biasa bagi tim.”

Pelatih Aljazair, Vladimir Petkovic, menilai kemenangan ini adalah buah dari dominasi permainan timnya, meskipun harus melewati jalan terjal. “Saya percaya kami pantas menang berdasarkan apa yang diberikan pemain, dan saya berterima kasih pada mereka. Kami mengontrol dua per tiga pertandingan… Kami bermain baik sebagai grup, mendominasi laga, mengatasi kesulitan, mencetak gol, dan berhasil menang,” kata Petkovic.

Petkovic menambahkan, “Kami mengatur pertandingan secara profesional. Lolos kualifikasi itu penting, dan sekarang kami akan memikirkan laga berikutnya melawan Nigeria.”

Di sisi lain, kekecewaan mendalam dirasakan kubu RD Kongo. Pelatih Sebastien Desabre merasa keberuntungan sedang tidak berpihak pada timnya yang telah berjuang habis-habisan. “Kami memainkan babak kedua yang baik setelah pergantian pemain, tetapi saat perpanjangan waktu terjadi breakdown. Kami melakukan pekerjaan luar biasa dan sekarang kami kecewa,” ungkap Desabre.

Desabre melanjutkan, “Kami menciptakan peluang dan bisa saja mencetak gol, tapi kami tidak melakukannya… Sayangnya keberuntungan sangat kejam pada kami. Saya tidak bisa menyalahkan pemain, kami harus tetap tegak kepala karena kami telah memberikan segalanya.”

Kemenangan dramatis ini memastikan Aljazair akan menghadapi tantangan berat di babak perempat final, di mana mereka akan bertemu Nigeria di Marrakesh. Laga tersebut diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi Aljazair meraih gelar Piala Afrika kedua dalam enam tahun terakhir.

Mureks