Seorang editor kecerdasan buatan (AI), Alex Hughes, berencana untuk mendiversifikasi penggunaan chatbot AI-nya pada tahun 2026. Hughes, yang menghabiskan banyak waktu menggunakan chatbot untuk brainstorming, menjawab pertanyaan kompleks, dan membantu dalam pemrograman, sebelumnya cenderung terpaku pada satu alat AI saja. Namun, dengan perkembangan pesat teknologi AI, ia melihat perlunya memanfaatkan berbagai alat yang ada.
Dulu, ChatGPT sempat menjadi satu-satunya chatbot yang dominan di pasar. Namun, menurut pantauan Mureks, situasi kini telah berubah drastis. Banyak chatbot AI lain yang kini bersaing ketat untuk posisi teratas, masing-masing menawarkan keunggulan dalam situasi tertentu.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
ChatGPT: Asisten Penulisan Kreatif
Meskipun popularitasnya sempat menurun dan bersaing ketat dengan Gemini 3, ChatGPT tetap menjadi pilihan utama Hughes untuk tugas-tugas penulisan. Alat dari OpenAI ini terbukti menjadi asisten yang fantastis untuk memeriksa tata bahasa, mengedit, dan menyarankan ide-ide baru untuk teks.
Sejak rilis GPT-5.1, Hughes merasa ChatGPT sangat efektif dalam meningkatkan kreativitas dalam teks. Dengan model pemikirannya, ia secara konsisten terkesan dengan kemampuannya menganalisis teks untuk menemukan perbaikan, bahkan untuk perubahan kecil sekalipun. Saat membandingkan kemampuan editing dari beberapa chatbot utama, ChatGPT menjadi yang paling mengesankan berkat fokusnya pada perubahan yang jelas, ringkas, dan penjelasan yang relevan.
Gemini: Unggul dalam Konsep Kompleks dan Multimodal
Sejak Gemini 3 diluncurkan, Gemini telah menjadi chatbot pilihan utama Hughes untuk sebagian besar tugas, terutama untuk tantangan yang lebih kompleks. Untuk proyek penelitian mendalam atau pertanyaan berlapis yang membutuhkan penalaran tingkat lanjut, Gemini dinilai paling mumpuni.
Peningkatan terbaru pada Nano Banana Pro, generator gambar dari Gemini, juga menjadikan chatbot ini pilihan utama untuk pembuatan gambar dan video. Kinerjanya secara konsisten mengesankan, terutama dalam menghasilkan gambar yang kompleks. Dibandingkan dengan generasi gambar ChatGPT dan video dari Sora 2, Gemini 3 terasa berada di liga yang berbeda.
Claude: Pilihan Utama untuk Pemrograman
Meskipun semua chatbot AI kini memiliki kemampuan untuk membantu dalam pemrograman, Claude dari Anthropic menjadi pilihan favorit Hughes. Ia merasa Claude menghasilkan hasil terbaik dengan upaya paling minim. Anthropic sendiri telah mencurahkan banyak waktu dan upaya untuk fungsi pemrograman AI-nya, dan hal ini terlihat jelas dalam hasilnya.
Ketika berbicara tentang pemrograman dengan AI, Claude tampaknya menjadi pilihan terbaik, baik untuk pemula maupun mereka yang sudah berpengalaman dengan teknologi ini. Hughes menemukan bahwa kemampuan terbaik Claude di area ini adalah bagaimana ia memahami apa yang dicari pengguna dalam pemrograman AI, meluangkan waktu, dan menghasilkan hasil yang mengesankan.
Manfaat Diversifikasi Chatbot AI
Hughes menyarankan agar pengguna AI mempertimbangkan untuk mendiversifikasi penggunaan chatbot mereka. Meskipun semua alat AI kini dapat menangani sebagian besar tugas dengan mudah, beberapa di antaranya memang lebih baik dalam tugas-tugas spesifik. Bagi mereka yang sering menggunakan chatbot AI, strategi ini dapat menjadi solusi terbaik.
Dengan berfokus pada keahlian masing-masing alat, pengguna tidak hanya akan mendapatkan hasil terbaik, tetapi juga akan lebih memahami cara kerja setiap chatbot. Tim redaksi Mureks mencatat bahwa eksperimen dengan berbagai kompetitor dapat membantu pengguna menemukan kombinasi alat yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.






