Nasional

Serangan Udara Amerika Serikat di Venezuela Tewaskan 40 Orang, Warga Sipil dan Militer Jadi Korban

Sedikitnya 40 orang dilaporkan tewas dalam serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela pada Sabtu (3/1/2026). Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh The New York Times, mengutip keterangan seorang pejabat Venezuela, sebagaimana diberitakan Al-Jazeera.

Korban jiwa akibat serangan AS tersebut mencakup warga sipil dan anggota militer. Salah satu serangan udara dilaporkan menghantam bangunan hunian tiga lantai di kawasan La Mar Catia, sebuah wilayah pesisir di sebelah barat Bandara Caracas, Venezuela.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Di antara para korban tewas, terdapat seorang perempuan lansia berusia 80 tahun bernama Rosa Gonzalez beserta anggota keluarganya. Selain korban meninggal, serangan ini juga menyebabkan setidaknya satu orang mengalami luka-luka.

Wilman Gonzalez, keponakan Rosa yang juga terluka dalam insiden tersebut, mengaku kehilangan tempat tinggalnya akibat serangan udara itu. Saat ditanya mengenai rencana ke depan, Wilman hanya bisa menjawab, “saya tidak tahu,” setelah rumahnya hancur lebur.

Kesaksian serupa disampaikan oleh warga sekitar lokasi kejadian. Jorge (70), seorang tetangga, mengungkapkan bahwa seluruh harta bendanya lenyap dalam serangan tersebut. “Saya kehilangan segalanya,” kata Jorge.

Suasana Mencekam Selimuti Caracas Saat Serangan AS Berlangsung

Kebingungan dan kepanikan menyelimuti warga di Caracas, Venezuela, ketika AS melancarkan serangan. Pada tengah malam, warga berhamburan menuju jendela dan teras rumah. Sejumlah warga juga melaporkan pemadaman listrik di berbagai titik.

“Dari sini, kami bisa mendengar ledakan di sekitar Fort Tiuna,” ujar Emmanuel Parabavis (29), seorang pegawai hubungan masyarakat yang tinggal di distrik El Valle, seperti diberitakan AFP. Fort Tiuna diketahui merupakan salah satu pangkalan militer terbesar di Venezuela. “Saat ini terdengar suara seperti senapan mesin. Ada banyak dentuman dan tembakan,” lanjut Parabavis.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim bahwa tidak ada satu pun anggota militer AS yang tewas maupun peralatan militer yang hilang dalam serangan yang dilakukan ke Venezuela. Mureks mencatat, pernyataan ini disampaikan Trump dalam konferensi pers pada Minggu (4/1).

“Tidak satu pun anggota militer Amerika yang tewas dan tidak satu pun peralatan militer Amerika yang hilang. Kami memiliki banyak helikopter, banyak pesawat, dan sangat banyak personel yang terlibat dalam pertempuran tersebut,” kata Trump.

“Tetapi pikirkan hal ini. Tidak satu pun peralatan militer yang hilang. Dan yang lebih penting, tidak satu pun anggota militer yang tewas,” lanjut Trump menegaskan.

Trump menegaskan, kekuatan militer Amerika Serikat jauh melampaui negara lain, baik dari sisi kemampuan personel maupun kecanggihan teknologi persenjataan.

Mureks