Lego Group kembali menggebrak dunia mainan dengan inovasi terbesarnya sejak tahun 1978: sebuah bata komputer mungil bernama Smart Brick. Pengumuman ini memicu beragam reaksi, mulai dari kekhawatiran akan matinya imajinasi hingga antusiasme terhadap potensi teknologi baru.
Sean Hollister, seorang editor senior di The Verge, awalnya mengaku skeptis. Ia menceritakan, “Anak-anak saya menyukai bata komputer Lego sebelumnya, mainan Lego Mario, tetapi mereka tidak bermain lama karena mainan itu mudah ditebak dan rumit untuk digunakan!” Namun, setelah menjajal langsung, pandangannya berubah drastis. “Saya keluar dengan senyum di wajah. Smart Brick ini jauh lebih pintar dan imajinatif dari yang saya duga,” ujarnya.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Bukan Sekadar Suara: Interaksi Cerdas NFC
Berbeda dengan Lego Mario yang hanya memicu efek suara setelah memindai kode batang, Smart Brick baru ini menggunakan ubin pintar NFC yang berfungsi sebagai program. Ubin ini memberi tahu Smart Brick jenis kendaraan atau karakter apa yang diwakilinya, kemudian bata tersebut mulai bereaksi dan berinteraksi dengan bagian pintar lainnya di dekatnya.
Salah satu demonstrasi paling menarik adalah pertarungan lightsaber. Dua Smart Brick dan dua minifig pintar dapat saling berbenturan, menghasilkan dengungan dan dentingan lightsaber, diselingi napas Darth Vader yang mengancam. Contoh lain, saat Emperor Palpatine didudukkan di singgasananya, musik The Imperial March akan mengalun.
Namun, yang lebih mengejutkan adalah interaksi tak terduga. Letakkan Darth Vader di samping Palpatine dan singgasana Smart Brick, mereka akan memulai percakapan dalam bahasa yang tidak dapat dimengerti, namun tetap terdengar seperti karakter aslinya. Imajinasi pemainlah yang mengisi kekosongan tersebut.
Keajaiban lain terlihat saat Smart Brick diletakkan di atas Dewback, reptil bersisik yang ditunggangi Stormtrooper di gurun Tatooine. Dengan menyentuh ekornya, Dewback akan bereaksi seolah hidup. Di Mos Eisley Cantina, Smart Brick dapat memutar musik Cantina Band dengan kecepatan yang dapat diatur hanya dengan menggoyangkan bata. Bahkan, minifig pintar seperti Darth Vader dapat berkontribusi vokal di depan mikrofon.
Pertarungan Udara dan Mobil Polisi yang Responsif
Pertarungan udara antara X-Wing dan TIE Fighter Darth Vader pun lebih canggih. Bukan sekadar suara tembakan, jika cukup dekat, target akan “terkena”, Smart Brick lawan akan bereaksi dengan suara dan visual, dan akhirnya terdengar ledakan karena sistem ini mencatat skor.
Demonstrasi paling mengesankan, menurut pantauan Mureks, adalah set mobil polisi kecil yang ditunjukkan oleh desainer interaksi Lego, Maria Salgado. Mobil ini dapat bereaksi tidak hanya terhadap kehadiran minifig polisi dan perampok pintar, tetapi juga lokasi mereka relatif terhadap Smart Brick. Jika perampok mendekat, alarm mobil akan berbunyi; jika polisi mendekat, ia dapat membukanya dengan bunyi “bip”. Polisi yang diletakkan di kursi belakang akan tertidur, sementara jika perampok diletakkan di kursi depan, polisi akan terbangun dan berteriak.
Filosofi di Balik Inovasi dan Tantangan Baterai
Tom Donaldson, SVP Inovasi Lego, menjelaskan bahwa setiap minifig pintar diprogram dengan sifat-sifat tertentu yang menentukan cara mereka berinteraksi. Ia mengungkapkan, Smart Brick ini telah dikembangkan selama kurang lebih enam tahun. Ide utamanya adalah membuat berbagai model kecil dalam satu playset, seperti mobil, bangunan, dan sepeda motor, terasa saling berinteraksi, alih-alih hanya memiliki “satu elemen robotik pusat yang besar” sebagai inti set.
Set X-Wing, misalnya, menunjukkan bahwa tidak semua elemen Lego harus pintar untuk memberikan pengalaman Smart Brick yang menyenangkan. Ujung selang bahan bakar hanyalah ubin biru standar; setelah bata memutuskan itu adalah X-Wing, sensor warna bawaannya dapat mengenali warna biru sebagai sinyal untuk memulai suara bahan bakar yang mengalir ke pesawat ruang angkasa.
Donaldson juga menambahkan bahwa tim tahu bata ini harus nirkabel dan sadar ruang sejak awal, memungkinkan interaksi kompleks seperti adegan mobil polisi. Namun, ia dan rekan-rekannya menyiratkan bahwa Lego tidak ingin menghabiskan waktu merancang semua jenis interaksi spesifik; mereka tetap ingin imajinasi anak-anak dan orang dewasa melakukan sebagian besar pekerjaan.
Meskipun demikian, beberapa pertanyaan muncul terkait nilai investasi Smart Brick ini. Hollister mempertanyakan apakah mainan ini akan sepadan dengan harganya, mengingat mainan Lego Mario anak-anaknya seringkali hanya mengumpulkan debu. Kekhawatiran lain adalah penggunaan baterai non-standar AAA.
Maria Salgado menyatakan bahwa Smart Brick seharusnya dapat bertahan selama 45 menit permainan intensif, yang dianggap cukup. Namun, bata ini akan cepat tidur saat tidak aktif. Meskipun dapat diaktifkan kembali dengan digoyangkan, dalam demonstrasi, terkadang perlu diperkenalkan kembali ke tag dan figur pintar terdekat sebelum berfungsi lagi. Perusahaan mengklaim bata dapat tidur selama bertahun-tahun, namun merekomendasikan pengisian daya setiap enam bulan. Pengisi daya nirkabel Lego menggunakan USB-C, dan pertanyaan tentang rencana penggantian baterai seiring usia telah diajukan kepada Lego.
Mureks mencatat bahwa produk ini terasa seperti salah satu produk Lego langka yang pasti akan menarik perhatian untuk diulas lebih lanjut, menjanjikan pengalaman bermain yang revolusioner.
Referensi penulisan: www.theverge.com






