Teknologi

Samsung Proyeksikan Laba Rekor Rp 230 Triliun, Didorong Lonjakan Permintaan Chip AI

Samsung memproyeksikan laba operasional kuartalan tertinggi sepanjang sejarah, mencapai sekitar 19,9 hingga 20,1 triliun won Korea (sekitar 13,8 miliar dolar AS) untuk kuartal berikutnya. Angka fantastis ini, yang lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh lonjakan permintaan chip kecerdasan buatan (AI).

Lonjakan Permintaan Chip AI Jadi Pendorong Utama

Prediksi laba ini tidak hanya melampaui rekor perusahaan sebelumnya sebesar 17,6 triliun won pada tahun 2018, tetapi juga melebihi ekspektasi analis yang rata-rata memproyeksikan 18 triliun won. Mayoritas kesuksesan ini, sekitar 17 triliun won dari total laba operasional, diperkirakan berasal dari penjualan chip.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Lonjakan permintaan chip memori, khususnya untuk server AI yang lebih menguntungkan, menjadi faktor utama. Hal ini menyebabkan ketegangan pasokan untuk komponen PC dan smartphone, yang secara tidak langsung juga memengaruhi harga.

Menurut data TrendForce yang dirangkum Mureks, harga kontrak DRAM telah melonjak 313% secara tahunan pada tiga bulan terakhir tahun 2025. Kenaikan harga lebih lanjut sebesar 55-60% diperkirakan terjadi pada kuartal ini, menandakan tren pasar yang sangat menguntungkan bagi produsen chip.

Para analis memprediksi bahwa ini hanyalah permulaan bagi Samsung. Untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat, Samsung bersama dengan SK Hynix dan Micron, berencana membangun pabrik fabrikasi baru. Langkah ini bertujuan untuk melayani pasar konsumen tradisional serta pasar AI yang sangat menuntut.

Dominasi Pasar Smartphone dan Tantangan ke Depan

Saham perusahaan telah melonjak 147% selama dua belas bulan terakhir, meskipun sempat mengalami penurunan sesaat setelah pengumuman proyeksi laba ini. Namun, kenaikan biaya memori yang tinggi berpotensi menciptakan masalah bagi pasar smartphone dan PC konsumen, yang bisa mengalami kontraksi jika harga tetap tinggi.

Terlepas dari tantangan tersebut, periode ini tetap sukses bagi produsen smartphone. Wakil Presiden Perangkat Klien IDC, Francisco Jeronimo, menyatakan, “Samsung’s Galaxy Z Fold 7 and Galaxy Z Flip 7 outperformed all earlier foldable models, creating renewed momentum for the foldables segment.”

Pada kuartal ketiga 2025, Samsung memimpin pasar smartphone global dengan pangsa 18,8%, sedikit di atas Apple.

Mureks