NVIDIA resmi memperkenalkan dua produk terbarunya, DGX Spark dan DGX Station, dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 yang berlangsung pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kedua perangkat ini digadang sebagai superkomputer AI yang dirancang khusus untuk penggunaan di meja kerja, membawa kemampuan komputasi canggih ke lingkungan personal dan profesional.
DGX Spark: Kekuatan AI untuk Model Open-Source
DGX Spark dirancang untuk mendukung model open-source dengan kapasitas impresif hingga 100 miliar parameter. Perangkat ini dibangun di atas arsitektur Grace Blackwell, menawarkan performa AI setingkat petaflop serta memori terpadu berkapasitas besar. Inovasi penting lainnya adalah dukungan format data NVFP4, yang memungkinkan kompresi model hingga 70 persen tanpa mengurangi kecerdasan inti, menghasilkan pemuatan model lebih cepat dan efisiensi komputasi yang signifikan.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
NVIDIA juga berkolaborasi dengan komunitas open-source, seperti llama.cpp, untuk meningkatkan performa hingga 35 persen. DGX Spark mendukung berbagai model populer, termasuk NVIDIA Nemotron 3, Meta Llama 4 Maverick, Qwen3, DeepSeek-V3.2, serta Mistral Large 3. Tidak hanya itu, perangkat ini juga siap menjalankan model generatif visual seperti FLUX.2 dan LTX-2, yang relevan bagi kreator konten di bidang gambar maupun video. Mureks merangkum, kemampuan ini menjadikan DGX Spark solusi komprehensif bagi berbagai kebutuhan pengembangan AI.
Dalam hal kinerja, DGX Spark diklaim mampu mempercepat beban kerja video generasi baru hingga delapan kali lipat dibandingkan MacBook Pro M4 Max. Bagi pengembang, perangkat ini juga terintegrasi dengan CUDA coding assistant yang aman dan mendukung produktivitas melalui platform NVIDIA Nsight.
DGX Station: Superkomputer AI untuk Model Frontier
Sementara itu, DGX Station hadir dengan kemampuan yang lebih tinggi, sanggup menjalankan model frontier hingga 1 triliun parameter. Sama seperti DGX Spark, perangkat ini juga mengadopsi arsitektur Grace Blackwell yang menjanjikan performa AI setingkat petaflop dan memori terpadu berkapasitas besar.
Adopsi Industri dan Ketersediaan
Adopsi industri terhadap teknologi ini mulai terlihat. Hugging Face memanfaatkan DGX Spark untuk menggerakkan robot embodied AI Reachy Mini, sementara IBM mengintegrasikannya dalam sistem OpenRAG. JetBrains menggunakan Spark untuk pengembangan perangkat lunak berbasis AI yang aman, dan startup TRINITY menjadikannya otak bagi kendaraan micromobility.
Produk ini tersedia melalui berbagai mitra global. DGX Spark sudah dapat dibeli dari Acer, ASUS, Dell, HP, Lenovo, hingga Amazon. Sedangkan DGX Station dijadwalkan meluncur pada musim semi 2026 melalui mitra seperti Supermicro dan MSI.






