Samsung kembali menjadi sorotan di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 yang berlangsung di Las Vegas. Perusahaan teknologi asal Korea Selatan ini memperkenalkan jajaran perangkat rumah tangga pintar terbarunya yang diberi nama Bespoke AI 2026, dengan mengusung konsep Home Companion.
Melalui inovasi ini, Samsung menegaskan ambisinya untuk mengubah perangkat rumah tangga dari sekadar alat menjadi mitra cerdas yang mampu memahami kebutuhan penggunanya sehari-hari. Kecerdasan buatan (AI) kini menjadi inti dari pengalaman rumah pintar yang ditawarkan.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Integrasi SmartThings dan Kemampuan AI
Samsung menjelaskan, perangkat Bespoke AI 2026 terintegrasi dengan platform SmartThings, memungkinkan kulkas, mesin cuci, hingga televisi untuk saling terhubung dan berkomunikasi. Dukungan kamera, layar, serta pengenalan suara Bixby melengkapi perangkat ini dengan kemampuan untuk melihat, mendengar, dan memahami aktivitas penghuni rumah.
Dengan demikian, perangkat rumah tangga tidak lagi bersifat pasif. Sebaliknya, mereka dapat secara proaktif memberikan rekomendasi dan solusi yang disesuaikan dengan kebiasaan serta gaya hidup pengguna.
Strategi Regional Samsung untuk Pasar Global
Dalam presentasinya di CES, Samsung juga menyoroti strategi regional yang berbeda untuk setiap pasar. Di Amerika Utara, pertumbuhan didorong oleh inovasi bentuk baru seperti Bespoke AI Laundry Combo dan paket dapur pintar. Sementara itu, di Eropa, fokus utama diarahkan pada efisiensi energi, dengan perangkat yang diklaim hingga 65 persen lebih hemat dibandingkan standar minimum kelas A.
Di Amerika Latin, permintaan tinggi tercatat untuk solusi laundry dan pendingin ruangan. Adapun di Asia, minat terhadap ekosistem rumah pintar terus meningkat, didukung oleh fitur lokal seperti dukungan bahasa regional dan mode hemat energi yang diperluas. Catatan Mureks menunjukkan, adaptasi regional ini menjadi kunci penetrasi pasar yang efektif.
Untuk pasar Indonesia, kehadiran fitur hemat energi sangat relevan dengan kebutuhan efisiensi listrik nasional. Dukungan bahasa lokal juga akan memudahkan interaksi sehari-hari, sehingga teknologi rumah pintar diharapkan dapat lebih cepat diterima masyarakat luas.
Perluasan AI dan Komitmen Jangka Panjang
Ke depan, Samsung berencana memperluas penerapan AI ke sektor lain, termasuk sistem HVAC (pemanas, ventilasi, dan pendingin udara), rumah modular, hingga layanan berbasis asuransi untuk perawatan rumah. Perusahaan menegaskan komitmennya pada kolaborasi terbuka, penyesuaian regional, serta dukungan perangkat lunak jangka panjang agar teknologi tetap relevan bagi berbagai gaya hidup.
Dengan pendekatan ini, Samsung berharap dapat mengurangi beban rumah tangga sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih personal bagi konsumen. Peluncuran Bespoke AI 2026 menandai langkah besar Samsung dalam mendefinisikan ulang konsep rumah pintar, menjadikannya pendamping yang adaptif, efisien, dan siap menjawab tantangan gaya hidup modern.






