Manchester United secara resmi mengakhiri kerja sama dengan Ruben Amorim sebagai manajer pada Selasa, 06 Januari 2026. Keputusan ini diambil manajemen klub menyusul serangkaian kritik pedas yang dilontarkan Amorim terhadap kebijakan internal dan struktur klub.
Sebelum pemecatannya, Amorim sempat melontarkan pernyataan keras pasca-laga pekan ke-20 Premier League 2025/26, di mana MU ditahan imbang Leeds United pada Minggu (4/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Amorim secara tegas membedakan perannya sebagai manajer, bukan sekadar pelatih.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Amorim: “Saya Manajer, Bukan Pelatih”
“Saya adalah manajer di sini (MU), bukan pelatih. Itu sudah jelas. Kontrak saya selama 18 bulan di sini, dan itu adalah sebagai manajer, bukan pelatih kepala biasa,” ujar Amorim, seperti dilansir Mirror.
Kritik Amorim tidak berhenti di situ. Sosok asal Portugal ini juga menuntut semua departemen di Manchester United untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Pernyataan ini, menurut Mureks, berkaitan erat dengan kebijakan transfer tim dan dinamika hubungannya dengan Direktur Sepak Bola MU, Jason Wilcox.
Amorim, yang disebut-sebut muak dengan intrik internal, menegaskan bahwa ia tidak akan menyerah. Ia bahkan menyinggung kritik dari pihak luar, seperti Gary Neville, sebagai tolok ukur kinerja klub.
“Jika orang-orang tak bisa menangani kritik-kritik dari luar, macam dari Gary Neville, semua jajaran klub harus dirombak. Sekali laig saya tegaskan, saya adalah manajer MU, bukan pelatih. Semua harus menjalankan tugasnya dengan baik,” kata Amorim, menegaskan kembali posisinya.
Pernyataan-pernyataan yang dinilai menampar manajemen ini akhirnya berujung pada langkah tegas. Setelah 14 bulan menjabat sebagai manajer, Ruben Amorim harus mengakhiri kiprahnya bersama klub berjuluk Setan Merah tersebut.
Hingga kepergian Amorim, Manchester United masih berada di posisi keenam klasemen sementara Premier League dengan mengoleksi 31 poin. Tim ini sebenarnya masih memiliki peluang untuk bersaing memperebutkan posisi papan atas.






