Teknologi

Roblox Wajibkan Verifikasi Usia Global untuk Fitur Chat, Respons Gugatan Hukum dan Keamanan Anak

Platform gim daring populer, Roblox, secara resmi mewajibkan seluruh penggunanya untuk menjalani verifikasi usia sebelum dapat mengakses fitur percakapan (chat). Kebijakan ini diterapkan secara global mulai Jumat, 09 Januari 2026, menyusul serangkaian tuntutan hukum dan investigasi yang meningkat terkait keselamatan anak di platform tersebut.

Langkah ini diambil setelah Roblox melakukan uji coba kebijakan di beberapa pasar dan mengevaluasinya secara internal. Menurut pantauan Mureks, keputusan untuk menerapkan verifikasi usia secara luas ini bertujuan untuk meningkatkan perlindungan pengguna, khususnya anak-anak, dari potensi risiko berbahaya.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Proses Verifikasi dan Batasan Akses

Untuk menyelesaikan proses verifikasi usia, pengguna diminta untuk membuka aplikasi Roblox, memberikan izin akses kamera, dan mengikuti pemindaian wajah langsung di layar. Roblox menegaskan bahwa seluruh gambar atau video yang digunakan selama proses ini akan dihapus setelah verifikasi selesai. Proses ini ditangani oleh pihak ketiga, Persona, yang juga berkomitmen untuk menghapus data visual pengguna setelah verifikasi rampung.

Sebagai alternatif, pengguna berusia 13 tahun ke atas dapat memilih metode verifikasi menggunakan kartu identitas. Meskipun verifikasi usia bersifat opsional untuk memainkan gim, perusahaan menyatakan bahwa proses ini menjadi syarat wajib bagi pengguna yang ingin mengakses fitur komunikasi. Artinya, pengguna tetap bisa bermain Roblox tanpa verifikasi usia, namun akses ke fitur chat akan dibatasi.

Roblox juga menyediakan mekanisme banding jika sistem keliru dalam memperkirakan usia pengguna. Pengguna dapat mengajukan banding dan memverifikasi usia melalui metode alternatif, termasuk verifikasi identitas atau melalui kontrol orang tua untuk mengubah usia anak mereka.

“Dengan memanfaatkan berbagai sinyal, Roblox terus-menerus memancarkan perilaku pengguna untuk menentukan apakah seseorang jauh lebih tua atau lebih muda dari yang diharapkan,” tulis perusahaan itu dalam sebuah unggahan blog, seperti dikutip dari TechCrunch.

Enam Kelompok Usia untuk Dialog

Setelah verifikasi usia berhasil, pengguna dapat mengakses dialog berbasis usia, yang memungkinkan mereka berkomunikasi hanya dengan kelompok usia tertentu. Terdapat enam kelompok usia yang ditetapkan:

  • Di bawah 9 tahun
  • 9–12 tahun
  • 13–15 tahun
  • 16–17 tahun
  • 18–20 tahun
  • 21 tahun ke atas

Pengguna di setiap kelompok usia dapat berinteraksi dengan orang-orang di kelompok yang berada tepat di atas dan di bawah kelompok mereka. Sebagai contoh, pengguna berusia 9-12 tahun dapat berkomunikasi dengan pengguna di usia yang sama, pengguna di bawah 9 tahun, dan pengguna 13-15 tahun. Untuk anak-anak di bawah usia 9 tahun, fitur dialog diaktifkan secara default, kecuali jika orang tua memberikan izin setelah proses verifikasi usia.

Konteks Gugatan Hukum dan Pengawasan Pemerintah

Pemberlakuan verifikasi usia wajib ini dilakukan di tengah sejumlah gugatan hukum, termasuk dari jaksa agung Texas dan Louisiana. Gugatan tersebut muncul setelah adanya laporan yang menyebut Roblox berpotensi mengekspos pengguna anak pada risiko berbahaya, seperti grooming dan konten eksplisit. Kebijakan baru ini diharapkan dapat memberikan metode verifikasi usia yang lebih akurat dibandingkan sistem lama yang hanya mengandalkan pengguna untuk memasukkan tahun kelahiran saat membuat akun.

Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) juga turut mengawasi berbagai platform permainan daring, termasuk Roblox, untuk mencegah penyebaran radikalisasi terhadap anak. Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Eddy Hartono, pada Rabu, 31 Desember 2025, menyatakan bahwa pihak Roblox sedang membangun sistem identifikasi pengakses permainannya.

“Terakhir, kami monitor, dia (Roblox) akan melakukan identifikasi dengan kamera. Jadi kalau ketika main nanti platformnya itu langsung meng-capture wajah kita, kalau dia ter-capture wajahnya itu anak-anak langsung dia nggak bisa mengakses,” ujar Eddy di Jakarta.

Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas). Aturan ini mewajibkan pemilik platform permainan daring untuk menyediakan verifikasi dan keamanan bagi pengakses. “Dengan adanya PP Tunas ini mudah-mudahan kami bisa membatasi anak-anak kita yang di bawah 18 tahun supaya tidak mengakses media sosial maupun game online,” tambah Eddy Hartono.

Sebelumnya, platform Roblox juga sempat mengalami gangguan (down) pada Jumat, 19 Desember 2025, yang menyebabkan ribuan pengguna kesulitan mengakses layanan. Dalam situasi tersebut, pengembang mengimbau pengguna untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperparah masalah sistem, seperti berulang kali mencoba masuk atau memaksa aplikasi untuk memulai ulang.

Mureks