Olahraga

Rizki Juniansyah Naik Pangkat Kapten TNI Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia di SEA Games 2025

Lifter kebanggaan Indonesia, Rizki Juniansyah, resmi menyandang pangkat Kapten TNI setelah meraih medali emas dan memecahkan rekor dunia pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. Kenaikan pangkat dua tingkat ini diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat pembagian bonus atlet di Istana Negara Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Sebelumnya, Rizki telah menjadi anggota TNI berpangkat Letnan Dua (Letda) usai menyabet medali emas di Olimpiade Paris 2024. Prestasi gemilang di SEA Games 2025 kembali mengukuhkan posisinya sebagai atlet berprestasi yang patut diapresiasi.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Prabowo: Kenaikan Pangkat dan Pesan untuk Atlet

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa kenaikan pangkat Rizki Juniansyah menjadi Kapten TNI merupakan laporan dari Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. “Di SEA Games, medali emas lagi dan pecahkan rekor dunia, jadi saya dapat laporan Panglima TNI dengan gagah menaikkan pangkat atlet ini dua tingkat jadi dari letnan dua langsung kapten,” ujar Prabowo, yang kemudian memanggil Rizki dengan sebutan “Kapten Rizki”.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga berpesan kepada para atlet agar memanfaatkan bonus yang diterima dengan bijak, yakni untuk tabungan masa depan. “Kalau kita memberi penghargaan berupa uang. Maksudnya itu adalah justru untuk menjadi tabunganmu dalam masa-masa yang akan mendatang bukan hanya kita hanya seolah membayar upah. Tidak!” tegas Prabowo.

Menurut Prabowo, bonus tersebut adalah bentuk penghargaan negara atas dedikasi dan pengorbanan para atlet. “Ini adalah penghargaan, karena untuk mencapai tingkat seperti saudara, saudara korbankan waktumu, saudara korbankan tenagamu, saudara korbankan mungkin hal-hal yang saudara bisa hidup dengan enak dan santai,” tambahnya.

Bonus Atlet Terbesar Sepanjang Sejarah

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, merinci besaran bonus yang diberikan kepada para atlet. Untuk peraih medali emas di cabang olahraga perorangan, bonus yang diterima mencapai Rp1 miliar. “Tentu ini terdiri dari medali emas tunggal sebesar Rp1 miliar, ini terbesar sepanjang sejarah juga. Ini karena Bapak. Terima kasih. Lalu untuk tunggal, medali perak Rp315 juta dan medali perunggung tunggal Rp157 juta. Nanti juga ada perhitungan tersendiri untuk beregunya,” jelas Erick Thohir.

Mureks mencatat bahwa total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk bonus atlet dan pelatih mencapai Rp465.250.000.000 atau sekitar Rp465,3 miliar. Angka ini menandai komitmen serius pemerintah dalam mengapresiasi perjuangan para pahlawan olahraga Indonesia.

Mureks