Internasional

Rentetan Ledakan Guncang Caracas di Tengah Ketegangan AS-Venezuela, Listrik Padam

Rentetan ledakan dahsyat mengguncang wilayah Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu (3/1) dini hari, memicu pemadaman listrik di sejumlah area. Warga setempat melaporkan guncangan akibat ledakan tersebut terasa sangat kuat, bahkan menyebabkan jendela bergetar.

Menurut pantauan Mureks, ledakan pertama tercatat sekitar pukul 01.50 waktu setempat. Salah satu warga sekaligus koresponden CNN di Caracas, Osmary Hernandez, menggambarkan kekuatan ledakan tersebut. “Salah satunya sangat kuat, jendela saya bergetar akibat itu,” ujarnya.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Beberapa area di Caracas dilaporkan mengalami pemadaman listrik total. Sejumlah jurnalis CNN yang berada di ibu kota Venezuela itu juga mendengar suara pesawat tak lama setelah rentetan ledakan terdengar. Hingga kini, penyebab pasti ledakan-ledakan tersebut belum diketahui secara jelas.

Sebuah video yang berhasil diverifikasi oleh CNN menunjukkan dua kepulan asap membumbung tinggi ke langit malam di tengah kerlip cahaya kota. Kilatan berwarna oranye terlihat di dasar salah satu kepulan asap, diikuti kilatan cahaya sekilas di beberapa lokasi lain dan suara dentuman samar.

Media lokal Venezuela, seperti Efecto Cocuyo dan Tal Cual Digital, turut melaporkan bahwa rentetan ledakan tidak hanya terjadi di Caracas, tetapi juga terdengar di area negara bagian La Guaira, sebelah utara Caracas, serta di wilayah pesisir Higuerote, negara bagian Miranda. Jurnalis AFP di Caracas sebelumnya mencatat suara ledakan masih terdengar hingga sekitar pukul 02.15 dini hari waktu setempat, meskipun lokasi atau sumbernya belum dapat dipastikan.

Laporan dari Al Arabiya menyebutkan setidaknya tujuh ledakan terdengar di area Caracas pada Sabtu dini hari tersebut.

Ketegangan AS-Venezuela Memanas

Rentetan suara ledakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela. Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya telah mengerahkan pasukan Angkatan Laut AS ke kawasan Karibia, sempat membahas kemungkinan serangan darat terhadap Venezuela.

Pada Senin (29/12) waktu setempat, Trump mengklaim bahwa AS telah menyerang dan menghancurkan area dermaga yang diduga menjadi tempat berlabuhnya kapal-kapal penyelundup narkoba asal Venezuela. Saat itu, Trump tidak merinci apakah serangan tersebut merupakan operasi militer AS atau badan intelijen pusat AS (CIA), hanya menyatakan serangan terjadi di “sepanjang pantai”. Insiden ini berpotensi menjadi serangan darat pertama AS yang diketahui di wilayah Venezuela.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro belum memberikan konfirmasi atau bantahan terkait serangan pada Senin (29/12) tersebut. Namun, pada Kamis (1/1), Maduro menyatakan keterbukaannya untuk bekerja sama dengan AS, setelah berminggu-minggu menghadapi tekanan militer dari Washington.

Pemerintahan Trump menuduh Maduro memimpin kartel narkoba dan menegaskan akan menindak tegas perdagangan narkoba di kawasan Karibia. Maduro sendiri membantah keras tuduhan keterlibatan dengan kartel narkoba, dan balik menuduh AS berupaya menggulingkan dirinya demi menguasai cadangan minyak Venezuela, yang merupakan yang terbesar di dunia.

Mureks