Olahraga

Regis Le Bris: “Sangat Penting untuk Tetap Tenang” Usai Sunderland Dihajar Brentford 3-0

Manajer Sunderland, Regis Le Bris, menyerukan ketenangan dan menjaga perspektif setelah timnya menelan kekalahan telak 3-0 dari Brentford pada Kamis (8/1/2026) dini hari WIB di Gtech Community Stadium. Hasil ini menjadi kekalahan terberat The Black Cats musim ini, menyamai skor saat takluk dari Manchester City pada Desember lalu, sekaligus menutup penampilan yang jauh dari kata memuaskan.

Pertandingan tersebut diwarnai momen krusial di awal babak kedua. Sunderland sebenarnya memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan, namun eksekusi penalti Enzo Le Fee dengan gaya panenka berhasil digagalkan oleh kiper tuan rumah. Momen tersebut menjadi titik balik yang signifikan, karena tak lama kemudian Brentford berhasil mencetak dua gol tambahan, mengunci kemenangan mereka.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Sunderland hanya mampu mengumpulkan empat poin dari lima pertandingan selama periode Piala Afrika, sebuah periode di mana mereka harus bermain tanpa sejumlah pemain utama. Meski demikian, Regis Le Bris menegaskan bahwa secara keseluruhan timnya masih berada di jalur yang positif.

Le Bris: Tak Ada Alasan, Tetap Kompetitif

“Kami tidak ingin mencari-cari alasan. Kami sudah tahu sebelumnya bahwa periode ini akan sangat sibuk,” kata Le Bris, seperti yang dicatat Mureks. “Kami tidak memiliki skuad penuh, tetapi pada saat yang sama kami sudah mencoba yang terbaik. Bahkan dengan enam atau tujuh pemain yang absen, kami menunjukkan bahwa kami masih bisa kompetitif di liga ini. Hari ini terlalu berat bagi kami, tetapi kami akan pulih dan beberapa pemain akan segera kembali.”

Pelatih asal Prancis itu juga menekankan pentingnya bersikap tenang dalam menyikapi hasil buruk tersebut. “Sangat penting untuk tetap tenang. Jelas para pemain, staf pelatih, klub, dan para suporter kecewa hari ini, tetapi kami harus menerima kekalahan ini,” ujarnya.

Le Bris membandingkan kekalahan ini dengan hasil serupa yang dialami Sunderland musim lalu saat kalah 3-0 dari Coventry City. Ia mengingatkan bahwa satu pertandingan buruk tidak mencerminkan kualitas tim secara keseluruhan. “Itu pernah terjadi musim lalu di Coventry. Perasaannya hampir sama, kami lelah, tampil di bawah level biasanya, dan akhirnya dihukum. Tapi itu tidak berarti kami bukan tim yang bagus. Kami harus menunjukkan resiliensi, terutama di level ini,” jelasnya.

Apresiasi untuk Brentford dan Titik Balik Pertandingan

Ia pun memberikan kredit penuh kepada Brentford yang tampil dominan sepanjang laga. “Pertama-tama, Brentford bermain sangat baik. Mereka berada di level terbaiknya. Ini tempat yang sulit, mereka kuat, direct, unggul dalam duel bola kedua, dan sangat agresif,” ungkap Le Bris.

“Kami sempat mendapat kesempatan di awal babak kedua untuk kembali ke permainan dan menunjukkan energi yang lebih baik. Tetapi ketika Anda melewatkan peluang seperti itu, suasana pertandingan langsung berubah. Energi penonton meningkat dan kami kehilangan momentum,” tambahnya.

Menurut Mureks, kekalahan tersebut juga dipengaruhi oleh banyaknya duel yang kalah dan kurangnya ketenangan dalam penguasaan bola. “Hari ini kami terlalu banyak mengalami ketidakcocokan di lapangan. Ini soal duel dan ketenangan saat menguasai bola, dan duel-duel itu lebih banyak dimenangkan Brentford,” tutupnya.

Mureks