Putri Kusuma Wardani dipastikan akan memikul tanggung jawab besar di sektor tunggal putri Indonesia sepanjang turnamen BWF Tour 2026. Hal ini menyusul absennya seniornya, Gregoria Mariska Tunjung, yang mengambil cuti panjang dari kompetisi.
Performa Gemilang Putri KW di Tahun 2025
Sepanjang tahun 2025, Putri KW menunjukkan performa yang cukup impresif. Atlet muda ini berhasil meraih dua kali posisi runner-up di Australia Open dan Hylo Open. Selain itu, ia juga sukses menembus babak semifinal di Korea Open, Kejuaraan Dunia, Swiss Open, dan Thailand Masters.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Rentetan prestasi tersebut mengantarkannya masuk ke jajaran 10 besar dunia. Mureks mencatat bahwa hingga 30 Desember 2025, Putri KW menduduki peringkat keenam dunia, berada di bawah nama-nama besar seperti An Se Young, Wang Zhi Yi, Akane Yamaguchi, Chen Yu Fei, dan Han Yue. Sementara itu, Gregoria Mariska Tunjung menempati peringkat ke-14 dunia.
Absennya Gregoria dan Tanggung Jawab Baru Putri KW
Dengan menatap BWF Tour 2026, Putri KW secara otomatis menjadi andalan utama di sektor tunggal putri. Selain karena kiprahnya yang menjanjikan di tahun sebelumnya, peran ini semakin krusial mengingat Gregoria Mariska Tunjung tidak akan mengikuti turnamen selama setahun ke depan.
Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah menyetujui permohonan protected ranking yang diajukan oleh Gregoria. Status ini berlaku minimal tiga bulan hingga satu tahun, terhitung mulai 30 Desember 2025.
Absennya Gregoria disebabkan oleh kondisi medis berupa penyakit vertigo yang dideritanya. Kondisi ini memerlukan penanganan medis berkelanjutan serta masa pemulihan yang terukur, sehingga ia tidak dapat berpartisipasi dalam rangkaian turnamen internasional dalam kalender kompetisi BWF.
Potensi Tunggal Putri Lain dan Tantangan ke Depan
Selain Putri KW dan Gregoria, sektor tunggal putri Indonesia juga masih memiliki Ester Nurumi Tri Wardoyo dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi. Namun, jadwal pasti Ester untuk bertanding di musim 2026 belum diketahui.
Sebelumnya, PBSI menjelaskan bahwa Ester masih dalam fase reintegrasi ke lapangan pada pertengahan Desember lalu. Ia masih memerlukan evaluasi menyeluruh dari tim pelatih untuk memastikan progres permainannya sesuai dengan indikator yang ditargetkan.
“Keputusan mengenai kapan mereka dapat kembali tampil dalam pertandingan resmi akan sepenuhnya ditentukan berdasarkan penilaian objektif pelatih, demi memastikan bahwa keduanya benar-benar siap secara fisik, teknis dan mental,” kata Dokter Pelatnas PBSI, Retno.
Sementara itu, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi saat ini berada di peringkat ke-82 dunia. Posisinya ini tentu menyulitkan untuk bisa diandalkan di turnamen-turnamen BWF Super 500 ke atas. Dengan demikian, beban besar kini berada di pundak Putri KW untuk mengawal sektor tunggal putri Indonesia di tahun kompetisi 2026.






