Chelsea resmi mengumumkan pemecatan pelatih asal Italia, Enzo Maresca, pada Kamis (1/1) setelah pergantian tahun. Keputusan mengejutkan ini diambil manajemen The Blues menyusul performa tim yang dinilai kurang memuaskan, meskipun Maresca berhasil membawa klub menjuarai Piala Dunia Antarklub 2025 musim lalu.
Maresca, yang masih terikat kontrak panjang hingga musim 2029 di Stamford Bridge, harus mengakhiri kerja sama lebih cepat. Manajemen klub terpaksa mengambil langkah ini setelah serangkaian hasil minor yang dialami The Blues belakangan ini.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Menurut data dari Sofa Score, Chelsea hanya mampu meraih dua kemenangan dari sembilan laga terakhir di semua kompetisi. Catatan ini mencakup hasil imbang 1-1 melawan Arsenal, kekalahan telak 1-3 dari Leeds United, serta hasil seri tanpa gol 0-0 saat menghadapi Bournemouth di Premier League.
Tren negatif juga berlanjut di Liga Champions, di mana Chelsea harus mengakui keunggulan Atalanta dengan skor tipis 1-2. Meskipun sempat bangkit dengan menaklukkan Everton 2-0 di Premier League dan meraih kemenangan 3-1 atas Cardiff City di EFL Cup, performa tim kembali melempem.
Skuat besutan Enzo Maresca kembali gagal meraih poin penuh di Liga Inggris, ditahan imbang 2-2 oleh Newcastle United dan menelan kekalahan 1-2 dari Aston Villa. Laga penutup tahun 2025 juga berakhir antiklimaks dengan hasil imbang 2-2 melawan Bournemouth.
Secara keseluruhan, dalam sembilan laga terakhir di bawah Maresca, Chelsea mencatatkan tiga kekalahan, dua kemenangan, dan empat hasil imbang di Premier League, EFL Cup, dan Liga Champions. Menurut Mureks, catatan buruk ini menjadi pemicu utama keputusan manajemen.
“Dengan tujuan utama yang masih harus diperjuangkan di empat kompetisi termasuk kualifikasi untuk Liga Champions, Enzo (Maresca) dan klub percaya bahwa perubahan ini memberi tim peluang terbaik untuk mengembalikan performa mereka di musim ini. Kami mendoakan yang terbaik untuk Enzo di masa depan,” tulis pihak klub dalam pernyataan resmi mereka.
Pemecatan ini, yang cukup mengejutkan jagat sepak bola, diungkapkan lebih lanjut oleh media berita olahraga Sky Sport dan Guardian. Kedua media tersebut menilai Chelsea mengambil risiko besar atas keputusan ini, mengingat tim akan menghadapi pertandingan penting melawan Manchester City pada Senin (5/1) mendatang.
Empat Alasan Utama Pemecatan Enzo Maresca
Berdasarkan laporan dari Sky Sport dan Guardian, berikut adalah empat alasan utama yang melatarbelakangi keputusan Chelsea untuk mendepak Enzo Maresca:
1. Hasil Buruk dalam Beberapa Waktu Terakhir
Serangkaian hasil buruk menjadi alasan paling kuat. Meskipun sempat menunjukkan peningkatan performa pada November, Chelsea justru mengalami penurunan drastis memasuki Desember. Dari delapan pertandingan, The Blues hanya mampu meraih dua kemenangan (melawan Everton dan Cardiff City), sementara sisanya berakhir dengan tiga kekalahan dan tiga hasil imbang, sebelum akhirnya ditutup dengan hasil imbang keempat melawan Bournemouth.
2. Ketidakpuasan Chelsea Terhadap Penanganan Pemain Cedera
Manajemen Chelsea disebut telah melakukan pembenahan tim medis. Namun, hal ini justru menjadi bumerang bagi Maresca yang dinilai gagal dalam melakukan rotasi pemain. Cedera pemain andalan seperti Reece James yang dipaksa bermain, serta Pedro Neto dan Wesley Fofana, menjadi sorotan. Maresca juga dianggap kurang percaya pada skuad lapis kedua, bahkan sempat menyebut timnya kurang memiliki pengalaman dan kualitas. Kritik juga datang dari penggemar setelah pergantian Cole Palmer pada pertandingan melawan Bournemouth, menunjukkan Maresca dinilai tidak mampu mengatasi tekanan dalam tim.
3. Enzo Maresca Mulai Diminati Klub Lain
Rumor mengenai ketertarikan klub lain terhadap Enzo Maresca juga menjadi salah satu faktor. Juventus dikabarkan meminati pelatih berusia 45 tahun itu. Selain itu, Manchester City juga disebut-sebut tertarik menjadikan Maresca sebagai suksesor Pep Guardiola, yang merupakan mantan atasannya di Etihad.
4. Ketidakhadiran Enzo Maresca di Konferensi Pers
Tindakan Enzo Maresca yang enggan menghadiri konferensi pers setelah laga melawan Bournemouth dinilai sebagai bentuk pembangkangan. Chelsea juga menganggap Maresca menunjukkan gelagat tidak niat untuk menangani tim raksasa London tersebut di Stamford Bridge.
Empat alasan ini, seperti dilansir dari Sky Sport dan Guardian, dikabarkan menjadi pemicu Chelsea mendepak Enzo Maresca, yang sebelumnya telah mempersembahkan trofi bergengsi sejak menangani Chelsea pada musim 2021. Saat ini, Chelsea berada di peringkat ke-5 klasemen Premier League dan masih berjuang untuk lolos ke babak knockout di Liga Champions, Premier League, dan Piala FA.






