Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mewanti-wanti anak asuhnya agar tidak mengulangi kesalahan serupa saat menjamu Persijap Jepara dalam lanjutan Super League 2025/2026. Souza menegaskan timnya tidak boleh “bertindak seperti keledai, jatuh di lubang yang sama” menjelang laga krusial ini.
Macan Kemayoran akan menghadapi Persijap, yang saat ini berstatus juru kunci sementara Super League, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu, 3 Januari 2026. Pelatih asal Brasil itu menekankan pentingnya konsentrasi penuh dan menghindari sikap meremehkan lawan.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Pelajaran dari Kekalahan Kontra Semen Padang
“Tim yang sempat kami lawan [Semen Padang] memang di bawah klasemen, tapi liga ini tidak mudah jadi di manapun posisi mereka tim tersebut harus dihormati,” kata Souza, seperti dicatat Mureks. Ia menambahkan bahwa pendekatan serupa harus diterapkan saat menghadapi Persijap.
Pada pekan ke-15 lalu, Persija menelan kekalahan 0-1 dalam laga tandang melawan Semen Padang. Pertandingan tersebut berlangsung keras, bahkan berujung pada dua kartu merah untuk pemain Persija, Ryo Matsumura dan Fabio Calonego. Beberapa hari setelahnya, Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi tambahan kepada kedua pemain tersebut.
Fokus Penuh Menuju Derby Klasik
Souza berharap kesalahan-kesalahan yang terjadi saat melawan Semen Padang tidak terulang. Pasalnya, pertandingan setelah Persijap adalah laga akbar melawan Persib Bandung, sang pemuncak klasemen sementara Super League.
Laga kontra Persib bukan hanya soal gengsi, melainkan juga pertaruhan besar dalam persaingan menuju tangga juara. Kekalahan dari rival abadi tersebut dapat membuat Persib semakin nyaman di puncak klasemen, memperlebar jarak poin dan menyulitkan ambisi juara Persija.






