Polda Jawa Barat mengerahkan sebanyak 3.000 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan pemerintah daerah untuk mengamankan pertandingan krusial antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta. Laga yang akan menentukan peraih gelar juara paruh musim Super League 2025/2026 ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 11 Januari 2026.
Keputusan pengerahan ribuan personel tersebut diambil dalam rapat koordinasi pengamanan pertandingan yang digelar di Polrestabes Bandung pada Kamis, 8 Januari 2026 siang. Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, menjelaskan bahwa rapat tersebut bertujuan untuk memitigasi seluruh potensi risiko yang mungkin timbul selama pertandingan berlangsung.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Mitigasi Risiko dan Keterlibatan Lintas Instansi
“Baru saja kami melakukan atau mengadakan rakor rapat koordinasi pengamanan terkait pertandingan antara Persib melawan Persija tanggal 11 Januari mendatang,” ujar Irjen Pol Rudi Setiawan dalam jumpa pers setelah rapat.
Ia menambahkan, “Kami membahas berbagai aspek, kami memitigasi semua risiko yang bakal terjadi dan menentukan langkah-langkah penanggulangannya.”
Menurut pantauan Mureks, pengamanan tidak hanya terfokus di wilayah Bandung, tetapi juga melibatkan lintas wilayah dan lintas instansi. Irjen Pol Rudi Setiawan merinci bahwa sejumlah Polres di wilayah perbatasan Jawa Barat dengan Jakarta turut dilibatkan. “Ini melibatkan semua beberapa Polres, yang utama tentunya Polrestabes Bandung untuk di wilayah Bandung dan Polres-Polres yang perbatasan dengan Jakarta dan tempat-tempat yang lainnya,” jelasnya.
Selain Polri, pengamanan juga melibatkan unsur TNI dari Kodam Siliwangi, serta pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. “Tidak hanya Polri yang kami libatkan, instansi lain ada dari TNI, itu dari Kodam Siliwangi, kami libatkan, terus pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kota juga,” tegas Rudi.
Pengamanan Berlapis dan Imbauan Nonton Bareng
Untuk memastikan keamanan di dalam dan sekitar stadion, Polda Jabar akan menerapkan pemeriksaan ketat secara berlapis. Suporter akan melewati hingga tiga kali pemeriksaan sebelum diizinkan masuk ke area stadion.
Sebagai alternatif bagi Bobotoh yang tidak dapat hadir langsung ke stadion, Polda Jabar juga menyiapkan kegiatan nonton bareng (nobar) di sejumlah daerah. Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, yang turut hadir dalam rapat koordinasi, mengimbau seluruh kepala daerah di Jawa Barat untuk memfasilitasi nobar di wilayah masing-masing.
“Saya menghimbau, nanti saya juga akan memberikan himbauan kepada seluruh kepala daerah di Jawa Barat untuk melaksanakan nobar di daerahnya masing-masing,” kata Erwan.






