Keuangan

PNM Tanam 374.839 Pohon, Perkuat Gerakan Nasional Penghijauan di Hari Satu Juta Pohon

JAKARTA – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menanam sebanyak 374.839 pohon di berbagai wilayah Indonesia hingga Desember 2025. Aksi ini merupakan bagian dari dukungan PNM terhadap Hari Gerakan Satu Juta Pohon yang diperingati setiap 10 Januari, sekaligus Gerakan Nasional Penanaman Satu Miliar Pohon (GNP-SMP).

Inisiatif PNM ini menjadi langkah strategis dalam menghadapi ancaman perubahan iklim dan degradasi lahan yang semakin meningkat. Penanaman pohon tidak hanya bertujuan untuk menstabilkan tanah dan menyerap karbon dioksida, tetapi juga memberikan nilai sosial-ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Kontribusi PNM dalam Penghijauan Nasional

Catatan Mureks menunjukkan, total pohon yang ditanam PNM hingga akhir 2025 mencapai 374.839, dengan potensi penyerapan karbon dioksida lebih dari 8.900 ton. Rinciannya, sebanyak 287.761 pohon ditanam di 67 lokasi sepanjang tahun 2024, dan tambahan 87.078 pohon ditanam pada tahun 2025.

Program PNM Hijaukan Negeri ini selaras dengan tujuan GNP-SMP untuk meningkatkan tutupan vegetasi nasional dan memulihkan lahan kritis. Upaya ini diharapkan dapat menekan dampak perubahan iklim serta memperkuat ketahanan lingkungan dari berbagai bencana seperti banjir dan abrasi.

Pohon memiliki peran krusial dalam memulihkan lingkungan, mulai dari menstabilkan tanah, menyerap CO₂, menjaga ketersediaan air, hingga mendukung keanekaragaman hayati. Selain manfaat ekologis, pohon juga berkontribusi pada aspek sosial dan ekonomi, termasuk sebagai sumber pangan dan mata pencarian bagi komunitas sekitar.

Jenis Pohon dan Keterlibatan Komunitas

PNM menyesuaikan jenis pohon yang ditanam dengan karakteristik ekologi masing-masing wilayah. Di kawasan pesisir, misalnya, ditanam mangrove dan cemara laut. Sementara di lahan basah, pilihan jatuh pada rambai dan jelutung rawa. Untuk ruang publik, PNM menanam glodokan, trembesi, tabebuya, jambu mete, dan akar wangi.

Tidak hanya fokus pada pohon konservasi, PNM juga menanam pohon produktif seperti mangga, alpukat, durian, pala, kakao, dan kopi. Strategi ini dirancang untuk memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal, sejalan dengan semangat GNP-SMP yang mendorong pemberdayaan ekonomi melalui pelestarian lingkungan.

Kegiatan penanaman pohon ini dilaksanakan secara kolektif, melibatkan masyarakat lokal dan nasabah PNM. Keterlibatan aktif ini diharapkan dapat memperkuat kepedulian bersama terhadap lingkungan, meningkatkan kualitas udara, memperbaiki ekosistem pesisir, serta menyediakan perlindungan alami dari bencana.

Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menegaskan pentingnya inisiatif ini. “Kami meyakini bahwa pemberdayaan ekonomi harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Melalui PNM Hijaukan Negeri, kami ingin memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus bagi ekosistem yang menopang kehidupan,” ujarnya.

Kontribusi PNM ini tidak hanya mendukung keberhasilan GNP-SMP dan peringatan Hari Gerakan Satu Juta Pohon, tetapi juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDG), khususnya SDG 13 (Aksi Iklim), SDG 14 (Ekosistem Laut), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan). PNM menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat, menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan untuk generasi mendatang.

Mureks