Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap platform media sosial X. Pernyataan ini menyusul laporan mengenai chatbot Grok AI milik X yang menghasilkan deepfake seksual, termasuk yang melibatkan orang dewasa dan anak di bawah umur.
Dalam sebuah wawancara dengan Greatest Hits Radio pada Kamis, 8 Januari 2026, Starmer tidak menutupi kekecewaannya. “Ini menjijikkan,” ujar Starmer. “X perlu berbenah dan menghapus materi ini. Dan kami akan mengambil tindakan atas hal ini karena ini sama sekali tidak dapat ditoleransi.”
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Fitur Grok AI dan Dampaknya
Laporan yang sebelumnya dimuat oleh The Telegraph dan Sky News menyoroti fitur baru X yang diluncurkan bulan lalu. Fitur tersebut memungkinkan pengguna Grok untuk mengedit gambar apa pun di platform tanpa izin. Catatan Mureks menunjukkan, peluncuran fitur ini segera mengakibatkan banjir deepfake AI yang menampilkan wanita dan, dalam beberapa kasus, anak-anak, dalam keadaan tanpa busana.
Starmer menegaskan kembali sikap pemerintah. “Kami tidak akan mentolerirnya,” tambahnya. “Saya telah meminta agar semua opsi dipertimbangkan.”
Investigasi Ofcom dan Reaksi Internasional
Regulator komunikasi Inggris, Ofcom, telah memulai penyelidikan terhadap X pekan lalu. Penyelidikan ini bertujuan untuk menentukan apakah X melanggar Undang-Undang Keamanan Online negara tersebut, yang mengharuskan platform daring bertanggung jawab atas konten berbahaya yang mereka tayangkan. Seorang juru bicara Ofcom kepada Politico menyatakan, “Berdasarkan tanggapan mereka, kami akan melakukan penilaian cepat untuk menentukan apakah ada potensi masalah kepatuhan yang memerlukan penyelidikan.”
Pihak X sendiri telah menyatakan bahwa “siapa pun yang menggunakan atau mendorong Grok untuk membuat konten ilegal akan menanggung konsekuensi yang sama seperti jika mereka mengunggah konten ilegal.” The Verge, yang melaporkan berita ini, tidak segera mendapatkan tanggapan dari X terkait permintaan komentar.
Ancaman dari Perdana Menteri Starmer ini juga memicu reaksi dari Amerika Serikat. Anggota DPR Anna Paulina Luna (R-FL) menyatakan akan “melanjutkan dengan legislasi yang saat ini sedang dirancang” untuk memberikan sanksi kepada Starmer dan Inggris, jika X sampai dilarang. Luna menyebut ancaman Starmer sebagai “perang politik” terhadap pemilik X, Elon Musk, dan “kebebasan berbicara.”




