Olahraga

Plt Presiden FAM: ‘Kami Siap Mundur Massal’ Demi Selamatkan Sepak Bola Malaysia dari Sanksi FIFA

Seluruh anggota komite eksekutif (Exco) Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menyatakan kesediaan untuk mundur secara massal dari jabatan mereka. Langkah drastis ini dipertimbangkan demi mencegah persepakbolaan Negeri Jiran terkena sanksi pembekuan dari FIFA, menyusul kasus pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi Harimau Malaya.

Pelaksana tugas (Plt) Presiden FAM, Datuk Mohd Yusoff Mahadi, menjelaskan bahwa opsi pengunduran diri massal ini merupakan salah satu pilihan yang sedang dieksplorasi oleh badan pengatur sepak bola Malaysia. Diskusi intensif telah dilakukan bersama anggota Exco di Petaling Jaya pada Kamis (8/1) lalu.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

FAM Ajukan Banding ke CAS, Ancaman Sanksi FIFA Mengintai

Saat ini, FAM tengah membawa masalah pemalsuan dokumen tujuh pemain tim nasional tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Swiss. Upaya ini ditempuh setelah komite banding FIFA menguatkan keputusan awal komite disiplin yang menjatuhkan skorsing 12 bulan dan denda kepada tujuh pemain.

FIFA juga telah mendenda FAM atas kelalaian dalam menyerahkan dokumen yang dimaksud. Namun, hukuman yang dijatuhkan FIFA bisa menjadi lebih berat jika CAS tidak memihak FAM. Mureks mencatat bahwa CAS dapat merekomendasikan kepada FIFA untuk menjatuhkan hukuman tambahan, termasuk sanksi pembekuan yang lebih serius.

Keputusan Segera Diambil, Tak Tunggu Putusan CAS

Datuk Mohd Yusoff Mahadi menegaskan bahwa keputusan mengenai langkah FAM selanjutnya akan segera diambil, tanpa harus menunggu putusan dari CAS.

“Kami telah memanggil semua Exco yang dapat hadir untuk mengadakan diskusi tentang arah FAM mulai sekarang setelah pernyataan AFC. Kami sedang mempertimbangkan pandangan semua EXCO,” ujar Yusoff dikutip laman Berita Harian.

Ia menambahkan, diskusi ini bertujuan untuk menjaga sepak bola nasional tetap berjalan. “Kami sedang memikirkan beberapa opsi yang tersedia agar sepakbola nasional tetap terjaga. Untuk saat ini, kami hanya berdiskusi, dan belum ada keputusan yang diambil. Tetapi kami akan membuat keputusan sesegera mungkin, dan tidak akan menunggu keputusan pengadilan arbitrase olahraga.”

Yusoff juga mengungkapkan bahwa pengunduran diri massal adalah salah satu opsi yang paling serius dipertimbangkan. “Kami memiliki dua atau tiga opsi, dan salah satu opsinya adalah usulan untuk mengundurkan diri. Kami telah menerima berbagai reaksi, dan itulah mengapa kami perlu berdiskusi sebelum membuat keputusan. Jika opsi itu (pengunduran diri) adalah keputusan terbaik, kami akan membuat keputusan secara bulat, karena kami bersatu sebagai Exco.”

Kongres Tahunan FAM Terancam Ditunda

Polemik yang melanda FAM ini turut berdampak pada pelaksanaan kongres tahunan yang sedianya dijadwalkan pada 15 Februari. Menurut statuta FAM, pemberitahuan kongres biasanya dikeluarkan 45 hari sebelum agenda berlangsung. Namun, hingga 45 hari menjelang kegiatan itu, anggota belum menerima surat undangan.

Kongres ini seharusnya menjadi yang pertama bagi kepengurusan baru periode 2025-2029. Sebelumnya, Datuk Mohd Joehari Mohd Ayub yang terpilih sebagai presiden FAM menggantikan Tan Sri Hamidin Mohd Amin, memilih mengundurkan diri pada Agustus lalu setelah hanya bertugas selama enam bulan. Sejak saat itu, Yusoff ditunjuk sebagai Plt Presiden.

Mureks