Ambisi Manchester City untuk terus menempel ketat Arsenal di puncak klasemen Liga Primer Inggris harus tertunda. Skuad asuhan Pep Guardiola dipaksa pulang dengan satu poin setelah ditahan imbang tanpa gol oleh tim promosi, Sunderland, di Stadium of Light pada Jumat (2/1).
Hasil imbang 0-0 ini menjadi antiklimaks bagi The Citizens yang datang dengan modal delapan kemenangan beruntun di semua kompetisi. Dominasi permainan yang ditunjukkan City seolah menjadi sia-sia akibat buruknya penyelesaian akhir di depan gawang lawan.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Sejumlah peluang emas yang didapat oleh Savinho, Josko Gvardiol, hingga Erling Haaland gagal dikonversi menjadi gol. Menurut pantauan Mureks, ketumpulan lini serang City menjadi faktor utama kegagalan meraih poin penuh.
Kekecewaan Guardiola dan Jarak dengan Arsenal
Pelatih City, Pep Guardiola, tidak menyembunyikan kekecewaannya atas ketumpulan lini depan timnya. Ia menyoroti kegagalan para pemainnya dalam memanfaatkan situasi di mulut gawang lawan.
“Jumlah peluang yang kami buang di kotak penalti, padahal bukan peluang yang sulit, sangat merugikan. Kami menciptakan cukup banyak kesempatan, terutama di babak kedua, namun sayangnya tidak ada yang berbuah gol,” kata Guardiola dikutip dari AFP.
Tambahan satu poin itu membuat City yang tertahan di peringkat kedua kini tertinggal empat poin dari Arsenal. Padahal, kemenangan seharusnya bisa memangkas jarak menjadi dua poin saja.
Dampak Masuknya Rodri dan Ketangguhan Sunderland
Permainan City baru terlihat hidup di babak kedua, terutama setelah masuknya Rodri menggantikan peran di lini tengah. Gelandang asal Spanyol yang baru pulih dari cedera panjang sejak November itu memberikan dimensi serangan yang lebih tajam bagi City.
Namun, disiplinnya lini pertahanan Sunderland serta ketangguhan fisik mereka membuat skor kacamata bertahan hingga peluit panjang. Sunderland sendiri membuktikan diri sebagai tim yang sulit ditaklukkan di kandang.
Hasil tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di kandang menjadi 10 pertandingan liga sejak promosi dari Championship.
Fokus ke Laga Krusial Berikutnya
Meski merasa terpukul, Guardiola meminta anak asuhnya untuk tidak berlarut dalam kekecewaan. City dituntut segera memulihkan mentalitas mereka karena jadwal padat telah menanti.
“Para pemain sedikit tertunduk, tapi kami harus segera bangkit. Dalam tiga hari ke depan, kami akan menghadapi laga sulit melawan Chelsea di Etihad,” kata Guardiola.
Laga melawan Chelsea pada Senin (5/1) mendatang akan menjadi ujian krusial bagi konsistensi City dalam perburuan gelar. Terlebih, sang lawan baru saja mengalami guncangan internal pasca-pemecatan manajer Enzo Maresca.






