Jumat, 02 Januari 2026, menjadi hari yang krusial bagi Chelsea. Klub raksasa London ini secara resmi mengumumkan pemecatan pelatih kepala mereka, Enzo Maresca, pada hari pertama tahun baru. Keputusan tersebut, menurut rilis resmi klub, diambil dengan tujuan “mengembalikan klub ke jalur yang benar” setelah serangkaian hasil yang mengecewakan.
Dalam dua pekan terakhir, performa Chelsea memang menunjukkan penurunan signifikan, ditandai dengan tiga laga beruntun tanpa kemenangan. Namun, ini bukanlah kali pertama The Blues menghadapi situasi sulit di bawah kepemimpinan Maresca. Sepanjang era kepelatihannya, tercatat ada lima momen krusial di mana Chelsea gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan berturut-turut atau lebih.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Lima Momen Krisis Chelsea di Bawah Enzo Maresca
Berikut adalah rangkuman lima periode sulit yang dialami Chelsea di bawah asuhan Enzo Maresca, yang mungkin turut menjadi pertimbangan dalam keputusan pemecatannya:
-
1. Empat Laga Tanpa Kemenangan di Awal Musim EPL 2024/2025
Krisis pertama Chelsea di era Enzo Maresca terjadi pada akhir Desember 2024 hingga awal Januari 2025. Pada musim debut Maresca sebagai pelatih, The Blues gagal meraih kemenangan selama empat pekan beruntun di English Premier League (EPL) 2024/2025. Padahal, sebelumnya mereka berhasil menaklukkan lawan-lawannya dalam delapan pertandingan berturut-turut.
Rentetan hasil buruk ini dimulai dengan hasil imbang tanpa gol melawan Everton di Goodison Park pada 22 Desember 2024. Empat hari kemudian, mereka menelan kekalahan comeback 1-2 dari Fulham di Stamford Bridge. Puncaknya, Chelsea dipermalukan tim penghuni zona degradasi, Ipswich Town, dengan skor 0-2 pada pekan ke-19 (30/12/2024). Periode ini ditutup dengan hasil imbang 1-1 melawan Crystal Palace pada 4 Januari 2025, meskipun Chelsea sempat unggul lebih dulu.
-
2. Tiga Kekalahan Beruntun pada Februari 2025
Setelah hasil imbang 1-1 dengan Crystal Palace, Chelsea sempat bangkit dengan meraih tiga kemenangan, satu kekalahan, dan satu hasil imbang dalam lima pertandingan berikutnya. Namun, mereka kembali terperosok ke masa sulit pada tiga pertandingan selanjutnya di bulan Februari 2025, di mana mereka tidak hanya tanpa kemenangan, tetapi selalu menelan kekalahan.
Langkah Chelsea di Piala FA 2024/2025 terhenti setelah kalah comeback 1-2 dari Brighton & Hove Albion pada 8 Februari 2025. Enam hari berselang, mereka kembali menyerah 0-3 dari tim yang sama di Premier League. Rentetan kekalahan ini berlanjut saat Chelsea takluk 1-2 dari Aston Villa di EPL pada 22 Februari 2025, di mana mereka lagi-lagi terjungkal setelah sempat unggul lebih dulu.
-
3. Satu Imbang dan Dua Kekalahan pada September 2025
Pekan ketiga September 2025 menjadi periode yang mengecewakan bagi Chelsea. Mereka hanya mampu bermain imbang 2-2 dengan Brentford di Premier League pada tanggal 13, padahal Reece James dan kolega sempat memimpin 2-1. Empat hari kemudian, The Blues tidak berdaya saat melawat ke Allianz Arena untuk menghadapi Bayern Munich di Liga Champions Eropa (UCL), pulang dengan kekalahan 1-3.
Puncak dari periode ini adalah kekalahan 1-2 dari Manchester United di EPL pada 20 September. Dalam laga melawan MU, Chelsea sudah bermain dengan sepuluh orang sejak menit kelima setelah Robert Sanchez mendapat kartu merah. Enzo Maresca bereaksi dengan melakukan tiga pergantian defensif. Menariknya, MU juga kehilangan Casemiro pada menit 45+5 karena kartu merah. Mureks mencatat bahwa andai Maresca tidak terburu-buru memilih bermain bertahan, Chelsea mungkin bisa mengamankan satu poin, terbukti dengan gol yang dicetak Trevoh Chalobah pada menit 80.
-
4. Empat Laga Tanpa Kemenangan pada Akhir November—Awal Desember 2025
Chelsea sempat mendapat suntikan motivasi besar setelah membantai Barcelona 3-0 di Liga Champions pada 25 November 2025. Sayangnya, mereka gagal menjaga tren positif tersebut. Lima hari berselang, Chelsea hanya bermain imbang 1-1 dengan Arsenal di Premier League. Mereka bermain dengan sepuluh orang setelah Moises Caicedo mendapat kartu merah pada menit 38. Andai tampil dengan personel lengkap, Chelsea mungkin mampu mengalahkan tim pemuncak klasemen tersebut, mengingat mereka bisa meladeni permainan Arsenal meski kalah jumlah pemain dan bahkan mencetak gol lebih dulu.
Hasil seri dengan Arsenal tersebut terbukti meruntuhkan kepercayaan diri Chelsea. Mereka tidak berdaya saat bermain tandang melawan Leeds United di Elland Road dalam lanjutan EPL 2025/2026 pada 3 Desember 2025, kalah dengan skor 1-3. Tiga hari kemudian, Chelsea hanya seri tanpa gol melawan AFC Bournemouth. Laga ini diwarnai cemoohan dari para pendukung kepada Enzo Maresca akibat keputusannya menarik keluar Cole Palmer pada menit 58. Situasi makin keruh setelah kekalahan comeback 1-2 dari Atalanta di UCL pada 9 Desember 2025.
-
5. Tiga Pertandingan Terakhir Enzo Maresca Tanpa Kemenangan
Pemecatan Enzo Maresca pada Kamis (1/1/2026) terjadi dua hari setelah Chelsea hanya bermain imbang 2-2 dengan AFC Bournemouth di Stamford Bridge. Lagi-lagi, Chelsea gagal mempertahankan keunggulan. Mereka sempat tertinggal oleh gol David Brooks pada menit keenam, namun Cole Palmer (15’) dan Enzo Fernandez (23’) mampu membalikkan keadaan. Nahas, gawang Robert Sanchez dibobol Justin Kluivert hanya berselang empat menit setelah gol Fernandez.
Hasil seri kontra Bournemouth tersebut sebetulnya masih lebih baik dibanding kekalahan pada 27 Desember 2025. Chelsea kebobolan dua gol pada babak kedua sehingga kalah 1-2 dari Aston Villa. Menariknya, tren negatif ini diawali dengan hasil yang menjanjikan. Chelsea tertinggal dua gol pada babak pertama ketika berhadapan dengan Newcastle United pada 20 Desember 2025, namun mereka berhasil membawa pulang satu angka dari St. James’ Park setelah mencetak sepasang gol pada babak kedua.
Kegagalan Enzo Maresca mempersembahkan kemenangan dalam tiga pertandingan terakhirnya sebagai pelatih Chelsea bukan menjadi penyebab tunggal pemecatannya. Jika hanya itu alasannya, Maresca seharusnya sudah angkat kaki pada salah satu dari empat momen krisis sebelumnya. Menurut sejumlah laporan, Chelsea mendepak juru taktik asal Italia tersebut karena konflik internal dengan manajemen. Dilansir The Guardian, ada juga unsur rasa saling percaya yang hilang setelah Maresca disebut berdiskusi dengan Manchester City perihal menjadi suksesor Pep Guardiola.






