Penyanyi Nadin Amizah baru-baru ini membagikan kabar kurang menyenangkan terkait kondisi kesehatannya, khususnya yang berkaitan dengan pita suara. Melalui unggahan di Instagram Story pada Jumat, 9 Januari 2026, Nadin mengungkapkan bahwa ia didiagnosis mengalami gangguan medis yang dikenal sebagai spasmodic dysphonia.
Sebelumnya, Nadin sempat mengira penurunan kemampuan bernyanyinya disebabkan oleh faktor teknis atau kelelahan biasa. Namun, setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, ia akhirnya menemukan dugaan diagnosis atas perubahan yang dirasakannya selama ini.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
“Akhirnya menemukan (suspect) diagnosa untuk apa yg aku pikir adalah kemampuan bernyanyiku degrading/berkurang, ternyata bukan itu masalah utamanya,” tulis Nadin dalam transkrip unggahannya, seperti dikutip dari Instagram @cakecaine.
Nadin mengaku lega karena perasaan yang selama ini menghantuinya bukan sekadar overthinking. Ia menyadari bahwa tubuhnya memang sedang mengalami sesuatu yang memerlukan perhatian lebih serius.
“Alhamdulillah, i wasn’t imagining it, i wasn’t just feeling it, i wasn’t just ‘overthinking’, my body was indeed going through something and this is the time for me to care for it better than i have before (Alhamdulillah, aku tidak membayangkannya, aku tidak hanya merasakannya, aku tidak hanya ‘terlalu banyak berpikir’, tubuhku memang sedang mengalami sesuatu dan inilah saatnya bagiku untuk merawatnya lebih baik dari sebelumnya),” lanjutnya.
Dalam ringkasan Mureks, Nadin juga menjelaskan secara detail kondisi pita suaranya. Ia menyebutkan bahwa saat menutup dan bersuara, pita suaranya berada dalam kondisi lurus dan kaku. Meskipun masih bisa bergetar, kelenturannya telah berkurang.
“Iini pita suaraku saat menutup dan bersuara, lurus dan kaku. bergetar tapi ga lentur,” tulis Nadin sambil menunjukkan video kondisi pita suaranya.
Meski demikian, Nadin menegaskan bahwa kondisinya tidak sampai membuatnya kehilangan suara sepenuhnya. Ia masih bisa berbicara dan bernyanyi, meskipun dengan perubahan yang cukup terasa.
“It’s not so bad sampe gabisa bersuara atau nyanyi sih, mash bisa, but enough to make a change in how i sing,” jelasnya.
Beberapa gejala yang Nadin alami selama ini meliputi nada yang mudah selip atau fals, leher cepat pegal dan sakit setelah bernyanyi sebentar, hingga rasa nyeri meski hanya berbicara dalam waktu lama.






