Industri otomotif nasional berhasil menutup tahun 2025 dengan catatan yang relatif positif. Meskipun pasar secara keseluruhan masih berada dalam tekanan, lonjakan penjualan signifikan di pengujung tahun menjadi penyelamat kinerja roda empat di Indonesia.
Target Penjualan Terlampaui
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan mobil secara wholesales atau dari pabrik ke diler sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 803.687 unit. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024, yang kala itu mencapai 865.723 unit.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Meski demikian, realisasi penjualan tersebut telah melampaui target asosiasi yang sebelumnya dipatok di kisaran 780.000 unit. Target ini sendiri merupakan hasil revisi dari proyeksi awal Gaikindo yang lebih ambisius, yakni 850.000–900.000 unit.
Tekanan pasar juga terlihat jelas pada level ritel. Sepanjang tahun 2025, penjualan kendaraan roda empat atau lebih dari diler ke konsumen tercatat sebanyak 833.692 unit. Angka ini menunjukkan perlambatan 6,3 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Perubahan Dinamika Pasar Akhir Tahun
Pergerakan pasar mulai menunjukkan perubahan signifikan memasuki bulan-bulan terakhir tahun 2025. Aktivitas transaksi kendaraan roda empat meningkat seiring dengan strategi promosi agresif dari berbagai merek dan kebutuhan konsumen menjelang libur akhir tahun.
Kondisi positif ini tecermin pada kinerja Desember 2025. Penjualan mobil secara wholesales mencapai 94.100 unit, melonjak 26,9 persen dibandingkan November 2025 secara bulanan. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, catatan Mureks menunjukkan capaian ini juga lebih tinggi dengan pertumbuhan mencapai 25,7 persen, dari 74.853 unit.
Dalam ringkasan Mureks, kinerja ritel juga bergerak searah dengan peningkatan penjualan wholesales. Penjualan mobil ke konsumen pada Desember 2025 tercatat 93.833 unit. Angka ini meningkat 18,3 persen secara bulanan dan naik 22,7 persen secara year-on-year (yoy).
Kenaikan penjualan di pengujung tahun ini sejalan dengan pola pasar otomotif domestik yang sudah lazim terjadi. Program promosi akhir tahun, momentum libur panjang, serta penyesuaian stok model tahun berjalan kerap menjadi pendorong utama transaksi.
Dengan hasil tersebut, target penjualan mobil nasional sepanjang 2025 secara resmi tercapai. Namun, Gaikindo belum menetapkan proyeksi penjualan untuk tahun 2026. “Belum, masih harus membahas dengan anggota dulu,” kata Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto saat dihubungi pada Sabtu, 10 Januari 2026.






