Hiburan

Penggemar Stranger Things Terbelah atas Episode Final Musim 5: Ada yang Sebut ‘Kacau’, Tapi Tetap Puas

Setelah hampir satu dekade menghibur penonton, serial fiksi ilmiah populer Netflix, Stranger Things, akhirnya mencapai episode terakhirnya. Namun, episode final berdurasi dua jam ini justru memecah belah para penggemar. Sebagian merasa sangat puas dengan penutup cerita, sementara yang lain merasa “dirampok” dari pertarungan akhir yang lebih epik.

Peringatan: Artikel ini mengandung spoiler untuk Stranger Things musim 5 episode 8. Pastikan Anda sudah menonton seluruh episode sebelum melanjutkan membaca.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Akhir Pertarungan Melawan Vecna

Stranger Things musim 5 ditutup pada Malam Tahun Baru, menampilkan para pahlawan Hawkins menghadapi Vecna untuk terakhir kalinya. Joyce Byers menjadi sosok yang memberikan pukulan terakhir, membunuh Vecna dengan kapak setelah musuh utama itu tertusuk paku di Abyss. Sisa episode kemudian berfokus pada kehidupan Will, Mike, dan para penyintas lainnya setelah kota kembali normal, termasuk epilog menyentuh tentang nasib Hawkins AV Club setelah lulus SMA.

Reaksi Penggemar yang Terbelah

Meskipun episode terakhir ini menyajikan penutup yang emosional dan cenderung positif untuk serial penuh aksi tersebut, para penggemar menunjukkan reaksi yang terbagi. Banyak yang mengharapkan lebih dari serial fiksi ilmiah ini. “Saya suka ketika monster kabut menakutkan saya dengan mudah menjadi Kaiju berdaging yang lemah secara komedi sehingga para pahlawan bisa mengalahkannya melalui logika permainan video literal dalam 5 menit setelah 9 tahun pembangunan,” sindir seorang penggemar di Twitter.

Penggemar lain setuju, menulis, “The finale to Stranger Things was one of the most anticlimactic, safest, and unsatisfying endings to any show I’ve ever seen.” Banyak yang juga bingung dengan banyaknya plot hole yang dibiarkan terbuka. “Main villain killed halfway in, nobody important died, no explanation on Henry Creel’s origin story, and only an 18-month time jump,” ujar seorang penggemar.

Namun, tidak sedikit pula penggemar yang senang dengan cara Duffer Brothers memutuskan untuk mengakhiri serial ini. “I loved the ending to Stranger Things so much, I don’t know what you’re all talking about,” kata seorang penggemar. Penggemar lain menambahkan, “Stranger Things finale is a mess highkey, but I’m still happy with it.”

Mureks mencatat bahwa seorang penggemar berpendapat, terlepas dari kekurangannya, episode final ini tetap sesuai dengan keseluruhan serial. “The Stranger Things finale was amazing and, in my opinion, ended the show in the best way possible. The final fight was intense, Vecna’s death was satisfying, and Eleven’s ending was exactly how I wanted her story to end,” tulis penggemar tersebut di Twitter. “I understand why some people will be upset that not many characters died, but after seeing how everyone’s stories were wrapped up, it made sense.”

Pada akhirnya, tidak peduli bagaimana serial ini berakhir, tidak semua penggemar akan sepenuhnya puas dengan episode finalnya.

Mureks