Keuangan

Pengalaman 15 Tahun Tak Jamin Langsung Interview: Perjuangan Pencari Kerja di Trans Luxury Hotel

Antrean panjang mengular di kawasan Transpark Cibubur, Depok, pada Jumat, 09 Januari 2026. Ratusan pencari kerja memadati lokasi Grand Recruitment Trans Luxury Hotel Jakarta, berharap mendapatkan kesempatan wawancara langsung. Di tengah ketatnya persaingan, pengalaman kerja seringkali menjadi modal utama, namun tak selalu menjamin kelancaran proses.

Salah satu pelamar, Arif, datang dengan optimisme tinggi. Ia mengaku telah menumpuk pengalaman hampir 16 tahun di sektor perhotelan, terhitung sejak Februari 2010. Kontrak terakhirnya berakhir pada September lalu, mendorongnya untuk mencari tantangan baru. “Terakhir di bulan September habis kontrak, makanya lagi cari baru, terus ada Trans buka akhirnya coba daftar,” kata Arif kepada tim redaksi Mureks di lokasi rekrutmen.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Selama tiga bulan terakhir, Arif telah melamar ke banyak perusahaan melalui email. Namun, ia seringkali tidak mengetahui apakah lamarannya sudah diperiksa oleh HRD atau belum. Kondisi ini berbeda dengan Grand Recruitment Trans Luxury Hotel Jakarta yang menawarkan proses lamaran dan walk-in interview secara langsung, sebuah daya tarik utama baginya.

“Jadi menurut saya lebih diprioritaskan untuk datang langsung. Saya juga sempat lihat kan di sosmed, sebelumnya ada juga di Surabaya mereka langsung wawancara sama HRD terus diarahin buat wawancara ke user,” terangnya. Arif berencana melamar di bagian F&B Service & Culinary, posisi yang menurutnya sangat menghargai “jam terbang” atau pengalaman.

Keyakinan Arif akan pengalamannya membuatnya merasa cukup percaya diri untuk diterima. “Daftar saja dulu, kalau kita sudah ciut duluan di awal gimana mau diterima. First impression kan penting ya. Kita sudah nunggu berapa jam di sini, sudah kucel, pas masuk harus rapi lagi,” ucapnya, menggambarkan semangat para pelamar.

Namun, harapan Arif untuk langsung diwawancarai harus tertunda. Hingga sore hari, ia belum berkesempatan melakukan walk-in interview karena padatnya antrean, sementara proses rekrutmen hanya berlangsung hingga pukul 15.00 WIB. Arif dan pelamar lain yang masih mengantre akhirnya mendapat nomor antrean baru untuk wawancara keesokan harinya.

“Tadi saja ada yang bilang sudah datang dari jam 6, itu sudah ramai, selesai jam 12 kurang, berapa jam tuh nunggu? Gimana kita yang masih di sini. Tadi sih penasaran saja apa kita bakal dapat antrean baru buat besok, karena pasti besok pelamar baru lagi datang. Kalau ulang dari awal lagi berat,” jelas Arif, menyiratkan kekhawatiran akan persaingan yang semakin ketat.

Kekhawatiran serupa juga dirasakan Raffi, pelamar lain yang tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 pagi. Antrean yang sudah mengular panjang hingga ke sudut-sudut Transpark Cibubur membuatnya cemas. “Takutnya ini malah ujung-ujungnya besok antre lagi, jadi tadi nunggu dulu penasaran. Kalau di dalam masih 150 ya mau gimana ya,” ucap Raffi, yang juga melamar di bagian F&B Service.

Raffi sepakat bahwa pengalaman kerja sangat penting, terutama di bidang layanan makanan dan minuman. “Sebenarnya setiap tempat pasti punya SOP-nya sendiri-sendiri. Tapi kurang lebih mirip-mirip kan, jadi kita nggak kosong-kosong banget. Ibarat dikasih resep buta, nggak ada cara atau metode bikinnya, kita masih bisa bikin,” paparnya, menegaskan nilai dari pengalaman yang telah ia miliki.

Antusiasme pelamar di Grand Recruitment Trans Luxury Hotel Jakarta memang sangat tinggi, dengan jumlah pendaftar yang telah mencapai lebih dari 2.000 orang. Fenomena ini menunjukkan betapa kompetitifnya pasar kerja di sektor perhotelan, sekaligus menyoroti determinasi para pencari kerja untuk meraih peluang terbaik.

Mureks