Tren

Pemerintah Akui Defisit APBN 2025 Melebar, Airlangga: Prioritas Kejar Pertumbuhan Ekonomi

Defisit APBN Melebar Demi Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah mengakui defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sepanjang tahun 2025 lalu mengalami pelebaran. Kondisi ini disebut sebagai konsekuensi dari ambisi pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa defisit yang mencapai 2,92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tersebut masih berada dalam batas aman. Angka ini meleset dari target APBN yang sebelumnya dipatok sebesar 2,78%.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

“Tentu kita melihat penerimaan kita [hanya] mendekati 91,7% [dari target APBN]. Jadi itu wajar saja, yang paling penting kita kejar pertumbuhan,” ujar Airlangga kepada awak media di kantornya, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Menurut pantauan Mureks, realisasi penerimaan negara yang hanya mencapai 91,7% dari target APBN menjadi salah satu faktor utama pelebaran defisit ini.

Airlangga menambahkan, jika target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai, hal tersebut diharapkan mampu mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa pelebaran angka defisit ini tidak akan serta-merta mengganggu sentimen iklim investasi, terutama bagi para pemegang surat utang pemerintah.

Pernyataan ini disampaikan di tengah sorotan publik terhadap kinerja APBN 2025, yang sebelumnya juga mencatat defisit keseimbangan primer.

Mureks