Amirul Muttaqin, pemain UAD FC, yang kepalanya ditendang oleh Dwi Pilihanto dari KAFI Jogja dalam pertandingan Liga 4 DIY, dilaporkan tidak mengalami cedera serius pada tulang rahangnya. Meskipun demikian, ia masih merasakan nyeri dan Dwi Pilihanto telah dijatuhi sanksi larangan beraktivitas seumur hidup serta dipecat dari klubnya.
Insiden brutal ini terjadi pada Selasa, 6 Januari 2026, saat perebutan bola di laga Liga 4 Daerah Istimewa Yogyakarta. Dwi Pilihanto mengangkat kaki dan mengenai kepala Amirul Muttaqin. Wasit hanya memberikan kartu kuning atas pelanggaran tersebut, sementara Amirul harus ditarik keluar lapangan karena insiden itu.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Kondisi Terkini Amirul Muttaqin
UAD FC melalui akun Instagram resmi klub mengonfirmasi bahwa Amirul segera dilarikan ke rumah sakit usai pertandingan. Klub menjelaskan kondisi terkini pemainnya setelah insiden tersebut.
“Pasca kejadian pelanggaran tersebut pemain masih menahan rasa sakit di bagian rahang sebelah kiri hingga pertandingan selesai,” tulis UAD FC dalam pernyataannya.
Setelah dilakukan pemeriksaan medis pada malam hari (6 Januari 2026) di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Yogyakarta, hasil rontgen yang diterima pada sore hari berikutnya menunjukkan hasil baik. “Tidak ada bagian sendi/tulang rahang pada pemain Amirul Muttaqin yang mengalami patah/retak,” lanjut pernyataan klub.
Namun, Mureks mencatat bahwa Amirul masih mengeluhkan rasa sakit di bagian rahang saat digunakan untuk membuka mulut, baik untuk berbicara maupun mengunyah makanan. Klub menambahkan, “Kondisi pemain masih dalam pengawasan selama 6-7 hari kedepan, apabila kondisi kesehatan belum ada perubahan selama masa observasi tersebut maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui CT Scan.”
Sanksi Tegas untuk Dwi Pilihanto
Atas aksi brutalnya, Dwi Pilihanto langsung mendapatkan sanksi tegas dari pihak terkait. Ia dijatuhi hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup. Selain itu, Dwi juga dipecat dari klub KAFI Jogja karena kelakuannya yang dinilai tidak sportif.
Insiden ini menjadi yang kedua terjadi di Liga 4 dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, Muhammad Hilmi Gimnastiar dari PS Putra Jaya juga dihukum serupa. Hilmi melakukan tendangan kungfu ke dada Firman Nugraha, pemain Perseta Tulungagung, dalam pertandingan Liga 4 Jawa Timur. Sama seperti Dwi, Hilmi juga dijatuhi larangan beraktivitas seumur hidup dan dipecat dari klubnya.






