West Ham United kembali memperkuat skuadnya dengan mendatangkan penyerang dari Liga Portugal. Pablo Felipe, striker berusia 22 tahun dari Gil Vicente, resmi bergabung dengan The Hammers pada Jumat (2/1/2026). Kedatangan Felipe menandai rekrutan ketujuh West Ham dari kompetisi sepak bola teratas di negara juara Euro 2016 tersebut.
Pablo Felipe Diharapkan Jadi Solusi Produktivitas Gol
Pembukaan bursa transfer Januari 2026 diwarnai keputusan West Ham meminjamkan Niclas Fuellkrug ke AC Milan pada hari yang sama dengan kedatangan Felipe. Langkah ini membuat West Ham hanya memiliki Callum Wilson di posisi striker murni. Oleh karena itu, transfer Pablo Felipe dari Gil Vicente diharapkan dapat menjadi solusi atas masalah produktivitas gol tim.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Bagi sang pemain, kepindahan ke London Stadium bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-22. Pablo Felipe datang dengan catatan impresif, yakni 10 gol dari 13 penampilan di Liga Portugal musim 2025/2026. Performa ini tentu menjadi harapan besar bagi West Ham untuk mendongkrak lini serang mereka.
Jejak Rekrutan West Ham dari Liga Portugal: Penuh Tantangan
Namun, jejak rekrutan sebelumnya dari Liga Portugal di London Stadium menunjukkan beragam hasil, dengan sebagian besar menghadapi tantangan adaptasi. Mureks mencatat bahwa hanya sedikit yang mampu bersinar secara konsisten di tim utama The Hammers.
- Xande Silva (2018)
Sebelum Pablo Felipe, rekrutan terakhir West Ham dari Liga Portugal adalah Xande Silva. Winger ini didatangkan dari Vitoria Guimaraes pada Februari 2018 saat berusia 21 tahun. Demi memberinya kesempatan beradaptasi, West Ham menempatkannya di akademi. Silva tampil menjanjikan dengan mencetak 10 gol dan 2 assist dari 13 penampilan bersama skuad U-23.
Sayangnya, kecemerlangan tersebut gagal ditunjukkan di tim utama. Ia hanya membuat dua penampilan sebelum dipinjamkan kepada Aris Saloniki pada Mei 2020 hingga Juni 2021, dan akhirnya dijual kepada Nottingham Forest pada Agustus 2021.
- Gary Charles (1999)
West Ham juga pernah memboyong pemain Inggris dari Liga Portugal, yakni Gary Charles, pada Oktober 1999. Bek kanan ini sebelumnya berkiprah selama 10 bulan bersama Benfica setelah datang dari Aston Villa. Charles bertahan di West Ham hingga pensiun pada 2002, namun hanya membuat enam penampilan. Ia sempat dipinjamkan ke Birmingham City selama sebulan pada September-Oktober 2000.
- Scott Minto (1999)
Sembilan bulan sebelum Charles, West Ham lebih dulu menggaet bek sayap asli Inggris, Scott Minto, dari Benfica pada Januari 1999. Minto mulai membela Benfica pada 1997 setelah meninggalkan Chelsea. Karier Minto di West Ham terbilang lebih baik dibanding Charles. Beroperasi di sisi kiri, ia membuat 62 penampilan dan 3 assist. Minto hengkang pada 2003 setelah dilepas secara gratis ke Rotherham United.
- Paulo Alves (1997)
West Ham meminjam Paulo Alves dari Sporting CP pada November 1997. Ia datang setelah mencetak 10 gol dari 25 penampilan sepanjang musim 1996/1997. Namun, Alves gagal bersaing di Inggris. Ia hanya bermain dua kali sebagai pemain pengganti selama total 31 menit tanpa mencetak gol, dan dipulangkan pada akhir 1997.
- Porfirio (1996/1997)
Selain Paulo Alves, West Ham juga meminjam Porfirio dari Sporting CP pada musim 1996/1997. Masa tinggal Porfirio di West Ham jauh lebih menyenangkan. Ia bertahan sampai akhir musim dan berhasil menyumbang 4 gol serta 1 assist dari 27 penampilan sebagai seorang winger.
- Dani (1996)
Pemain pertama yang bergabung dengan West Ham dari Liga Portugal adalah Dani. Winger asal Portugal ini bergabung dari Sporting CP secara pinjaman pada Januari 1996. Dani bertahan hingga Juni 1996 dan mencetak 2 gol serta 1 assist dari 9 penampilan.
Secara keseluruhan, enam rekrutan pertama West Ham dari Liga Portugal menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Scott Minto, yang dianggap paling sukses, pun hanya membuat 62 penampilan, dan itu terbantu oleh pengalamannya bermain di Inggris sebelum bergabung dengan West Ham. Lantas, akankah Pablo Felipe mampu memutus tren ini dan bersinar di London Stadium?
Referensi penulisan: www.idntimes.com






