Dunia teknologi kembali dihebohkan dengan langkah mengejutkan OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT dan berbagai model kecerdasan buatan (AI) terdepan. Alih-alih merilis smartphone atau perangkat canggih lainnya, OpenAI justru memilih sebuah pena sebagai produk hardware pertamanya.
Pilihan ini terbilang tak lazim, mengingat OpenAI selama ini dikenal fokus pada pengembangan perangkat lunak. Namun, pena ini bukanlah alat tulis biasa. Dikembangkan bersama Jony Ive, desainer legendaris Apple yang bertanggung jawab atas ikon seperti iPhone, iPad, dan MacBook, perangkat ini digadang-gadang akan menjadi ‘perangkat inti ketiga’ yang mendampingi smartphone dan laptop dalam kehidupan digital modern.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Lantas, apa yang membuat pena AI ini begitu istimewa? Mengapa OpenAI yang selama ini fokus pada software tiba-tiba berani masuk ke bisnis manufaktur? Dan apakah konsep “perangkat ketiga” ini akhirnya bisa sukses, setelah puluhan gadget serupa gagal menembus kebiasaan pengguna?
Asal-Usul Proyek: io, Startup Rahasia di Balik Pena AI
Proyek pena AI OpenAI ini bukan muncul begitu saja. Akar dari inovasi ini berasal dari akuisisi senyap startup io oleh OpenAI pada Mei 2025, dengan nilai fantastis 6,5 miliar dolar AS yang dibayar seluruhnya dalam bentuk saham.
io sendiri didirikan oleh Jony Ive melalui LoveFrom, studio desainnya setelah ia meninggalkan Apple pada 2019. Meskipun LoveFrom dikenal sebagai studio desain premium yang melayani klien seperti Ferrari dan Airbnb, io merupakan unit khusus yang berfokus pada pengembangan hardware konsumen berbasis AI.
Keberadaan io selama ini sangat tertutup. Baru setelah akuisisi oleh OpenAI, rumor tentang ‘pena pintar’ mulai beredar luas. Sumber internal yang dihimpun Mureks mengungkap bahwa pena ini dirancang tidak hanya untuk menulis, tetapi juga untuk memahami konteks, niat, bahkan emosi pengguna saat berinteraksi, sebuah konsep yang disebut sebagai ‘contextually aware’.
Apa Itu “Contextually Aware”? Pena yang Mengerti Pengguna
Istilah ‘contextually aware’ mungkin terdengar abstrak, namun implikasinya sangat revolusioner dalam penggunaan sehari-hari. Bayangkan skenario berikut yang dapat diwujudkan oleh pena pintar ini:
- Saat pengguna mencoret-coret di buku catatan, pena ini mampu mengenali apakah itu coretan biasa atau ide penting, lalu secara otomatis menyimpannya ke layanan cloud.
- Jika pengguna menulis “rapat jam 3”, pena akan secara cerdas mengonversi teks tersebut menjadi jadwal di kalender digital.
- Ketika pengguna menggambar sketsa, pena dapat mengenali objek yang digambar dan menawarkan versi digital yang lebih rapi atau saran penyempurnaan.
- Apabila pengguna menulis dalam bahasa asing, pena ini akan menyarankan terjemahan atau koreksi tata bahasa secara real-time, membantu meningkatkan akurasi komunikasi.
Semua kemampuan canggih ini dimungkinkan karena pena dilengkapi dengan berbagai sensor mutakhir, termasuk sensor gerak, mikrofon mini, kamera mikro, dan chip AI khusus. Perangkat ini terhubung langsung ke model bahasa besar milik OpenAI, kemungkinan varian ringan dari GPT-5 atau arsitektur baru yang dioptimalkan untuk edge computing, memastikan pemrosesan data yang cepat dan efisien.






