Teknologi

OpenAI dan Jony Ive Ungkap Perangkat AI Pertama: Bukan Smartphone, Melainkan Pena Canggih

Jakarta, Mureks – Kolaborasi antara raksasa kecerdasan buatan OpenAI dan mantan kepala desain Apple, Jony Ive, akhirnya mengungkap wujud perangkat AI pertama mereka. Setelah setahun penuh spekulasi, terkonfirmasi bahwa produk inovatif ini bukanlah sebuah smartphone, melainkan sebuah pena pintar berteknologi AI yang dirancang sebagai pendamping perangkat digital.

Proyek ambisius ini pertama kali diumumkan pada September 2024, dengan janji menghadirkan perangkat AI baru yang revolusioner. Namun, perjalanannya tidak mulus. OpenAI dan Ive menghadapi berbagai masalah teknis yang menyebabkan peluncuran harus ditunda hingga tahun 2026.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Pena AI, Pendamping Laptop dan Smartphone

Memasuki tahun yang dijanjikan, tabir misteri perangkat pertama besutan OpenAI dan Jony Ive mulai tersingkap. Mengutip GSM Arena pada Sabtu (3/1/2026), rumor terbaru menyebutkan bahwa produk yang akan diluncurkan adalah sebuah pena. Bukan pena biasa, melainkan pulpen pertama di dunia yang dilengkapi dengan kemampuan kecerdasan buatan.

Perangkat ini tidak dirancang untuk berdiri sendiri, melainkan sebagai pelengkap ekosistem digital yang sudah ada. Raksasa AI tersebut menyebutkan, pena ini akan menjadi pendamping setia bagi laptop dan smartphone pengguna sehari-hari, memperkaya interaksi digital tanpa menggantikan fungsi utama perangkat tersebut.

Dari sisi produksi, pulpen AI ini kabarnya akan digarap oleh Foxconn, dengan kemungkinan besar di Vietnam. Sebelumnya, OpenAI dan Jony Ive sempat menunjuk Luxshare, namun kemudian memindahkan produksi ke luar China. Mureks mencatat bahwa keputusan ini diyakini berkaitan erat dengan strategi rantai pasok dan pertimbangan geopolitik yang kini semakin memengaruhi industri teknologi digital global.

Konsep perangkat pendamping seperti pena AI sebenarnya bukan hal baru. Sejumlah perusahaan teknologi pernah mencoba menghadirkan produk serupa, seperti pin AI. Namun, perangkat-perangkat tersebut kerap gagal membuktikan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari pengguna. Selain pena AI, perusahaan juga disebut sedang mengerjakan dua produk lain, salah satunya adalah perangkat audio portabel.

Jika bocoran ini akurat, tahun 2026 berpotensi menjadi momen penting bagi OpenAI, menandai debut mereka di ranah perangkat konsumen dengan identitas desain yang kuat.

Tantangan Teknis dan Privasi Menghambat Proyek

Proyek kolaborasi OpenAI dan Jony Ive dikabarkan sempat tersandung beberapa masalah serius. Dilansir Financial Times pada Senin (6/10/2025), kemitraan ini menghadapi sejumlah “masalah teknis” yang signifikan. Sumber dekat proyek menyebutkan, tim pengembang masih kesulitan menyempurnakan cara agar perangkat AI dapat memahami suara dan perilaku pengguna secara akurat.

Padahal, kemampuan ini merupakan fitur utama yang diandalkan perangkat AI buatan OpenAI dan Ive untuk memberikan pengalaman interaksi yang lebih personal. Perangkat yang belum memiliki nama ini digambarkan secara internal sebagai “teman digital dalam bentuk komputer yang bukan pacar AI Anda yang aneh.”

Di balik visi futuristik tersebut, tim pengembang juga masih mencari solusi untuk tantangan privasi. Salah satu kekhawatiran utama muncul karena perangkat ini dirancang untuk selalu mendengarkan pengguna, menimbulkan pertanyaan serius mengenai keamanan data dan informasi pribadi.

Petunjuk dari Sam Altman dan Akuisisi Strategis

Selain kendala teknis dan privasi, sumber Financial Times juga menyebutkan anggaran yang dibutuhkan untuk pengembangan proyek ini sangat besar. Produksi massal perangkat AI semacam ini memerlukan daya komputasi yang sangat tinggi, yang berpotensi membebani anggaran proyek secara signifikan.

Sam Altman, CEO OpenAI, sempat memberikan beberapa petunjuk kepada karyawan mengenai perangkat AI ini. Ia menyebutkan bahwa perangkat tersebut akan memiliki ukuran kecil sehingga bisa masuk ke saku, peka terhadap lingkungan, dan tidak memiliki layar. Meski informasi detail masih samar, Sam Altman dan Jony Ive mengadang-gadang gadget ini akan menjadi inovasi baru di era AI, menandai babak baru hubungan manusia dengan teknologi.

Di sisi lain, OpenAI telah resmi mengakuisisi perusahaan rintisan milik Jony Ive, io, dalam kesepakatan bernilai hampir USD 6,5 miliar atau sekitar Rp 104 triliun. io adalah startup yang bergerak di bidang hardware dan manufaktur, didirikan Ive setelah ia hengkang dari Apple.

Meskipun diakuisisi, Jony Ive dan firma desainnya, LoveFrom, akan tetap beroperasi secara independen dan tidak bergabung langsung ke dalam struktur OpenAI. Namun, dalam kesepakatan tersebut, LoveFrom akan bertanggung jawab atas desain seluruh produk OpenAI, termasuk perangkat keras dan perangkat lunaknya.

Sam Altman menegaskan bahwa perangkat yang sedang dikembangkan bersama Jony Ive bukanlah pengganti smartphone, melainkan bentuk teknologi yang benar-benar baru. “Seperti halnya telepon pintar tidak menggantikan laptop, saya rasa hal pertama yang kami lakukan tidak akan menggantikan telepon pintar,” mengutip pernyataan CEO OpenAI tersebut kepada Bloomberg pada Kamis (22/5/2025).

Mureks