Teknologi

OpenAI dan Jony Ive Dikabarkan Kembangkan Pena AI Revolusioner, Berpotensi Gantikan Peran Smartphone

Jakarta – OpenAI, perusahaan pengembang kecerdasan buatan terkemuka, dikabarkan tengah merambah dunia perangkat keras dengan produk pertamanya. Proyek ambisius ini dirancang oleh desainer legendaris Jony Ive dan disebut-sebut berupa pena pintar yang dilengkapi teknologi AI canggih.

Menurut sumber industri, pena AI garapan OpenAI dan Jony Ive ini digambarkan sebagai perangkat yang “contextually aware” atau sadar konteks. Ini berarti, perangkat tersebut tidak hanya berfungsi sebagai stylus digital biasa, melainkan mampu memahami lingkungan, kebiasaan, serta kebutuhan penggunanya secara real time.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Dengan integrasi AI dari OpenAI, pena ini diperkirakan dapat membantu berbagai aktivitas harian. Mulai dari mencatat secara cerdas, merangkum percakapan penting, hingga terhubung mulus dengan perangkat lain dalam ekosistem pengguna. Namun, detail spesifikasi dan cara kerjanya masih dirahasiakan rapat-rapat hingga saat ini.

Bukan Satu-satunya Perangkat AI

Menariknya, pena AI ini disebut-sebut hanya menjadi produk pembuka dari serangkaian perangkat keras yang sedang dikembangkan OpenAI. Perusahaan tersebut dikabarkan tengah menyiapkan dua perangkat hardware tambahan, salah satunya berupa perangkat audio portabel yang dirancang untuk mobilitas tinggi.

Ketiga produk ini diposisikan sebagai “third-core device” atau perangkat inti ketiga, melengkapi peran laptop dan smartphone yang sudah ada. Konsep ini bertujuan untuk menghadirkan interaksi AI yang lebih natural dan selalu tersedia, tanpa mengharuskan pengguna bergantung penuh pada layar ponsel.

Dari sisi manufaktur, pena AI OpenAI kabarnya akan diproduksi oleh Foxconn. Produksi disebut-sebut akan dilakukan di Vietnam, menyusul keputusan OpenAI untuk menghindari fasilitas produksi di China. Sebelumnya, OpenAI sempat mempertimbangkan Luxshare sebagai mitra produksi.

Mureks mencatat bahwa ada pula kemungkinan kecil sebagian produksi dilakukan di Amerika Serikat, meskipun opsi ini belum dikonfirmasi. Langkah diversifikasi rantai pasok ini dinilai sejalan dengan strategi global di tengah ketegangan geopolitik yang terus berkembang.

Ancaman bagi Dominasi Smartphone?

Melihat potensi dan ambisi di balik proyek ini, pertanyaan besar pun muncul: apakah pena AI ini akan menjadi pengganti smartphone? Sejumlah pengamat menilai bahwa masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan tersebut.

Konsep perangkat AI pendamping sebenarnya pernah dicoba melalui berbagai produk “AI pin” dari perusahaan lain. Namun, banyak di antaranya yang gagal menembus pasar karena keterbatasan fungsi dan minimnya kebutuhan nyata yang dapat dipenuhi.

Meski demikian, kombinasi kekuatan AI canggih OpenAI dan sentuhan desain ikonik dari Jony Ive diyakini membuat proyek ini berbeda dari upaya-upaya sebelumnya. Jika berhasil menghadirkan pengalaman yang benar-benar intuitif dan berguna, bukan tidak mungkin pena AI ini menjadi awal perubahan fundamental dalam cara manusia berinteraksi dengan teknologi.

Hingga Jumat, 02 Januari 2026, OpenAI belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi maupun detail fungsi produk tersebut. Namun satu hal jelas, rumor ini menandai babak baru bagi OpenAI dalam memperluas dominasinya, dari dunia perangkat lunak menuju perangkat keras AI generasi baru, demikian dilansir dari GSM Arena.

Mureks