Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menembus level 10.000 pada tahun ini, sejalan dengan proyeksi yang disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Namun, pencapaian target ambisius tersebut sangat bergantung pada pondasi ekonomi yang kuat serta peningkatan peran investor domestik.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menegaskan bahwa level 10.000 untuk IHSG di tahun 2026 bukanlah hal yang mustahil. “Tentunya bila mana fundamental ekonomi Indonesia itu solid dan juga peran investor domestik itu meningkat, rasanya level tersebut bukan tidak mungkin untuk dapat tercapai,” ujar Inarno dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember yang disiarkan secara daring pada Jumat kemarin.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Prediksi Menkeu Purbaya dan Syarat dari OJK
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memproyeksikan IHSG dapat mencapai level 10.000 pada tahun ini. Prediksi tersebut didasarkan pada keyakinan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. “Pelaku pasar siap-siap saja, tahun ini (IHSG) 10.000 itu bukan angka yang mustahil dicapai. (Dasarnya) dari pertumbuhan ekonomi yang baik, lebih baik dibanding tahun lalu,” kata Purbaya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) saat pembukaan perdagangan awal tahun.
Inarno Djajadi dari OJK menambahkan, selain fundamental emiten, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh berbagai dinamika, baik dari dalam negeri maupun gejolak global. Oleh karena itu, investor diminta untuk tidak hanya terpaku pada angka, melainkan juga jeli dalam melihat kondisi pasar. “Dan tentunya kami tidak pernah jemu-jemu untuk selalu mengingatkan bahwa keputusan dalam berinvestasi tetap perlu diiringi dengan kewaspadaan dan juga pengelolaan risiko yang baik,” tambahnya.
Komitmen Regulator dan Kebijakan Penguatan Pasar
Sebagai regulator, OJK berkomitmen untuk menjaga agar pasar modal tetap berjalan teratur, wajar, dan efisien. Fokus utama OJK adalah menciptakan ekosistem yang sehat dan berintegritas, sehingga potensi pertumbuhan indeks maupun instrumen investasi lainnya dapat tercapai secara berkelanjutan, bukan hanya karena momentum jangka pendek.
Dalam ringkasan Mureks, Inarno juga mengingatkan kembali pesan penting dari Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, saat pembukaan perdagangan bursa 2026. Ada tiga kebijakan utama yang menjadi fokus perhatian demi mengawal penguatan pasar saham. Kebijakan tersebut meliputi peningkatan kualitas emiten, free float, serta peningkatan peran investor institusi baik global maupun domestik.
Pergerakan IHSG Terkini
Pada penutupan perdagangan Jumat (9/1/2026) kemarin, IHSG terpantau menguat ke level 8.936, naik 11,28 poin atau 0,13%. Indeks dibuka di level 8.969 dan sempat mencapai posisi tertinggi 8.981, serta terendah di level 8.908.






