Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa investor ritel domestik kini mendominasi aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sepanjang tahun 2025, kontribusi investor ritel mencapai separuh dari total transaksi, menjadi faktor krusial dalam penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menjelaskan peningkatan signifikan ini dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2025 yang digelar secara daring pada Jumat, 9 Januari 2026.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Menurut Inarno, lonjakan likuiditas transaksi saham di pasar domestik pada paruh kedua 2025 tidak terlepas dari semakin aktifnya investor ritel. “Kenaikan likuiditas transaksi di pasar saham domestik pada semester II-2025 turut didorong oleh meningkatnya peran aktif investor retail domestik, di mana proporsi transaksi investor retail meningkat tajam dari 38% di tahun 2024 menjadi 50% di tahun 2025,” tegas Inarno.
Penguatan basis investor domestik ini juga tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian saham bulanan. Catatan Mureks menunjukkan, nilai tersebut mencetak rekor tertinggi sebesar Rp27,19 triliun pada Desember 2025. Angka ini juga konsisten bertahan di atas Rp20 triliun sejak Agustus 2025, menandakan partisipasi yang stabil dan meningkat dari investor dalam negeri.





