Teknologi

Nvidia Umumkan Pembaruan Perangkat Lunak DGX Spark, Ubah Jadi Akselerator AI Lokal untuk MacBook Pro

Nvidia berencana merilis pembaruan perangkat lunak signifikan untuk DGX Spark, mengubah perangkat AI mini tersebut menjadi akselerator AI eksternal yang kuat, khususnya bagi pengguna MacBook Pro. Pengumuman ini disampaikan dalam ajang CES 2026 pada Kamis, 08 Januari 2026.

DGX Spark, yang ditenagai oleh Superchip GB10 Grace Blackwell, merupakan perangkat ringkas yang menggabungkan inti CPU dan GPU dengan memori terpadu 128GB. Kemampuan ini memungkinkan pengguna untuk memuat dan menjalankan model bahasa besar (LLM) secara lokal tanpa bergantung pada infrastruktur cloud.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Peningkatan Dukungan dan Performa

Meskipun ulasan awal terhadap Spark umumnya positif, beberapa keterbatasan perangkat lunak sempat disoroti. Nvidia berupaya mengatasi hal ini dengan memperluas dukungan untuk kerangka kerja dan model AI sumber terbuka. Pembaruan ini diharapkan dapat mengurangi pekerjaan penyiapan kustom dan menjaga sistem tetap berjalan seiring evolusi model dan kerangka kerja.

Pembaruan perangkat lunak ini akan menambahkan dukungan untuk berbagai alat populer seperti PyTorch, vLLM, SGLang, llama.cpp, dan LlamaIndex. Selain itu, model dari Qwen, Meta, Stability, dan Wan juga akan didukung penuh.

Nvidia mengklaim bahwa pengguna dapat mengharapkan peningkatan performa hingga 2,5 kali lipat dibandingkan dengan Spark saat peluncuran. Peningkatan ini didorong oleh pembaruan TensorRT-LLM, kuantisasi yang lebih ketat, dan peningkatan decoding. Sebagai contoh, Mureks mencatat bahwa model Qwen-235B menunjukkan peningkatan throughput lebih dari dua kali lipat saat beralih dari FP8 ke NVFP4 dengan speculative decoding. Sementara itu, beban kerja lain seperti Qwen3-30B dan Stable Diffusion 3.5 Large menunjukkan peningkatan yang lebih kecil.

Integrasi dengan MacBook Pro dan Alur Kerja Kreatif

Salah satu demonstrasi menarik menunjukkan bagaimana MacBook Pro dapat dipasangkan dengan DGX Spark untuk generasi video AI. Nvidia memperlihatkan alur kerja video 4K yang membutuhkan delapan menit untuk diselesaikan di laptop, namun hanya sekitar satu menit ketika langkah-langkah komputasi berat dialihkan ke Spark.

Pendekatan ini memungkinkan alat kreatif tetap berada di laptop, sementara Spark menangani pemrosesan berat. Hal ini mendekatkan pekerjaan video AI ke penggunaan interaktif, bukan lagi proses batch yang memakan waktu lama. DGX Spark juga dapat berfungsi sebagai prosesor latar belakang untuk alur kerja 3D, menghasilkan aset sementara para kreator terus bekerja di sistem utama mereka.

Pembaruan ini juga memperkenalkan DGX Spark playbooks yang menggabungkan alat, model, dan panduan penyiapan ke dalam alur kerja yang dapat digunakan kembali. Ini dirancang untuk berjalan secara on-premise tanpa perlu membangun ulang seluruh lingkungan.

Fitur Nsight Copilot lokal juga disertakan, memungkinkan bantuan CUDA tanpa perlu mengirim kode atau data ke cloud. Secara keseluruhan, pembaruan yang direncanakan ini akan mengubah DGX Spark dari sistem pengembang mandiri menjadi node AI on-premise yang fleksibel, mampu mendukung laptop, workstation, dan penerapan edge.

Referensi penulisan: www.techradar.com

Mureks