Niclas Fullkrug, rekrutan anyar AC Milan, akhirnya buka suara mengenai kesan pertamanya di klub raksasa Italia itu. Penyerang internasional Jerman ini juga membeberkan diskusinya dengan pelatih Massimiliano Allegri dan legenda Zlatan Ibrahimovic, serta alasan di balik performa kurang memuaskan selama di West Ham United.
Fullkrug menjadi rekrutan pertama Serie A pada jendela transfer musim dingin ini. Ia bergabung dengan Milan pada 2 Januari 2026 dengan status pinjaman disertai opsi pembelian dari West Ham. Sejak kedatangannya, ia telah berlatih bersama Rossoneri selama seminggu penuh dan telah tampil dalam dua pertandingan Serie A.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Kesan Pertama dan Adaptasi di Milan
Dalam konferensi pers perkenalannya pada Jumat sore, Fullkrug mengungkapkan antusiasmenya. “Tim yang saya masuki memiliki kualitas yang sangat besar, banyak energi, kebersamaan, dan energi yang baik,” ujarnya. Ia mengaku terkesan dengan semangat tim setelah kemenangan melawan Cagliari dan merasa karakter serta gaya bermainnya bisa cocok dengan baik dalam tim.
Pemain berusia 33 tahun ini juga merasa diterima dengan baik oleh rekan-rekan setimnya di Milan, yang membuatnya nyaman dan mampu memberikan kemampuan terbaiknya dalam sesi latihan. Untuk pertama kalinya dalam karier klubnya, Fullkrug memilih nomor punggung 9, yang baginya identik dengan gol. Ia berharap dapat memenuhi ekspektasi yang melekat pada nomor keramat tersebut di Milan. Mengenai kesempatan bermain reguler di San Siro, Fullkrug menyatakan rasa antusiasme dan terima kasihnya.
Diskusi Taktik dengan Allegri dan Nasihat Ibrahimovic
AC Milan musim ini sering menggunakan formasi 3-5-2, namun ada kemungkinan untuk memainkan trio penyerang bersama Rafael Leao dan Christian Pulisic. Fullkrug menjelaskan bahwa keputusan akhir mengenai formasi ada di tangan pelatih Massimiliano Allegri, yang dinilainya berpengalaman dan mampu menyesuaikan taktik tergantung pada pemain yang tersedia.
Selain itu, Fullkrug juga berbagi pengalamannya berbicara dengan Zlatan Ibrahimovic, yang kini menjabat sebagai penasihat senior di Milan. Ibrahimovic memberikan nasihat dan harapan kepadanya, menunjukkan dukungan dari legenda klub.
Daya Tarik Modric dan Warisan Jerman di Serie A
Di ruang ganti Milan, kehadiran pemenang Ballon d’Or, Luka Modric, menjadi daya tarik tersendiri. Fullkrug merasa bisa membangun pemahaman yang baik dengan pemain-pemain seperti Nkunku, Pulisic, dan Leao untuk bermain harmonis bersama di lapangan. Ia juga mengungkapkan bahwa Serie A cocok dengan kualitasnya dan Italia selalu memiliki tempat khusus di benaknya. Fullkrug terinspirasi oleh jejak sukses pemain Jerman lainnya yang pernah berkarier di Italia, seperti Miroslav Klose dan Oliver Bierhoff.
Menganalisis Periode Sulit di West Ham
Fullkrug tidak menyembunyikan ketidakpuasannya selama berkarier di Premier League bersama West Ham United. Dalam 18 bulan, ia hanya berhasil mencetak tiga gol dari 26 penampilan. Ia menjelaskan bahwa kurangnya persiapan fisik setelah musim yang panjang dan turnamen EUROs membuatnya kesulitan beradaptasi di klub Inggris tersebut. Catatan Mureks menunjukkan, performa ini jauh di bawah ekspektasi.
Berbeda dengan pengalamannya di West Ham, Fullkrug kini merasa segar dan fit di Milan, berkat program pelatihan yang baik dari tim medis klub. Ia berharap dapat mencetak banyak gol di musim ini dan kembali ke performa terbaiknya.
Harapan Bertahan di Milan dan Piala Dunia
Menjelang akhir konferensi pers, Fullkrug mengungkapkan keinginannya untuk bertahan di Milan setelah musim 2025-26 berakhir. Ia merasa nyaman dan yakin bisa bermain untuk tim besar seperti Milan dalam jangka panjang. Selain itu, Fullkrug juga berharap bisa kembali tampil untuk Tim Nasional Jerman di Piala Dunia mendatang, mengingat rekornya yang baik bersama tim nasional. Mureks merangkum, dengan tekad dan semangat yang tinggi, Fullkrug siap memberikan yang terbaik untuk Milan dan berharap membawa tim meraih kesuksesan di musim ini.






