Tren

Nick Kyrgios: “Masa Kejayaan Telah Berlalu” Usai Kalah di Laga Perdana Brisbane International

BRISBANE, AUSTRALIA – Petenis kontroversial asal Australia, Nick Kyrgios, secara terbuka mengakui bahwa dirinya tak akan pernah kembali ke performa puncak seperti di masa keemasannya. Pengakuan ini disampaikan setelah ia menelan kekalahan dalam laga comeback di putaran pertama Brisbane International pada Selasa (6/1).

Finalis Wimbledon 2022 tersebut, yang kini terlempar ke peringkat 670 dunia setelah sempat mencapai posisi tertinggi ke-13, menyerah 3-6, 4-6 dari petenis Amerika Serikat, Aleksandar Kovacevic. Peringkat Kyrgios merosot tajam menyusul tiga tahun karier yang dilanda cedera berkepanjangan.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Perubahan Keyakinan Setelah Serangkaian Cedera

Petenis Australia berusia 30 tahun itu sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu talenta paling cemerlang di ATP Tour. Namun, rangkaian cedera serius, ditambah berbagai kontroversi sikap di dalam dan luar lapangan, membuatnya gagal sepenuhnya memenuhi potensi besar yang ia miliki. Kekalahan dari Kovacevic menjadi penampilan tunggal ATP Tour pertama Kyrgios sejak Maret tahun lalu.

Kyrgios, pemilik tujuh gelar ATP, berbicara terbuka tentang perubahan besar dalam dirinya. “Ada satu titik dalam hidup saya, pada 2022 atau ketika saya memenangkan beberapa gelar dalam setahun, saya benar-benar berpikir saya adalah pemain terbaik di dunia,” ujar Kyrgios. “Saya sungguh merasa tak terkalahkan. Saya masuk lapangan dengan keyakinan bahwa tak ada yang bisa mengalahkan saya. Kepercayaan diri dan ‘delusi’ itu nyata.”

Namun, menurut Kyrgios, semuanya berubah setelah serangkaian operasi. “Setelah menjalani operasi-operasi itu, rasanya semuanya menarik Anda ke bawah. Anda tak lagi punya keyakinan yang sama. Ini menyedihkan, dengan caranya sendiri, tapi itulah kenyataannya.”

Perjalanan Penuh Tantangan dan Penerimaan Realitas

Kyrgios termasuk sedikit pemain yang pernah mencatat kemenangan level tur atas keempat anggota “Big Four”: Roger Federer, Rafael Nadal, Novak Djokovic, dan Andy Murray. Meski demikian, kesuksesan di lapangan berjalan beriringan dengan masalah besar di luar lapangan, termasuk cedera parah pada siku kanan, pergelangan tangan kiri, pinggul, lutut, bahu, hingga tulang selangka. Ia telah menjalani sejumlah operasi, dengan yang paling serius adalah rekonstruksi total pergelangan tangan kanan pada tahun 2024.

Kyrgios pun menegaskan bahwa publik yang berharap dirinya kembali bermain seperti sebelum cedera akan kecewa. “Orang-orang berpikir Anda bisa masuk ruang operasi lalu kembali ke lapangan dan menjadi pemain yang sama. Itu bukan kenyataannya. Begitulah realitasnya,” kata Kyrgios.

Mureks mencatat bahwa petenis yang sebelumnya sempat memberi isyarat soal kemungkinan pensiun itu mengaku telah menerima kenyataan bahwa dirinya bukan lagi Kyrgios yang dulu. “Sulit memang. Pernah ada masa saya menjuarai turnamen ini. Sekarang, sekadar turun ke lapangan saja, tidak ada rasa malu dalam kekalahan,” ujarnya usai kalah dari Kovacevic yang berperingkat 58 dunia. “Bahkan ketika saya kembali kalah dari pemain yang, bagi kebanyakan penggemar tenis, seharusnya tidak saya kalahkan, saya tidak takut kalah.”

Mureks