Hiburan

Nadeshot: “Kecurangan di Arc Raiders Lebih Parah dari Puncak Call of Duty,” Pemain Frustrasi

Rabu, 07 Januari 2026 – Komunitas gim multiplayer shooter Arc Raiders tengah dilanda keresahan akibat maraknya praktik kecurangan. Situasi ini bahkan membuat mantan pemain profesional FPS, Matthew ‘Nadeshot’ Haag, menyatakan bahwa tingkat kecurangan di gim tersebut “mungkin lebih parah dari puncak Call of Duty”.

Para pemain Arc Raiders melaporkan sering menjadi korban musuh yang dapat menembak mereka menembus tembok beton dan memanfaatkan berbagai eksploitasi lainnya. Hal ini memicu desakan agar Embark Studios, pengembang gim, segera meningkatkan perlindungan anti-cheat dan sanksi bagi para pelaku.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Area Stella Montis, sebuah arena PvP yang kecil, disebut-sebut menjadi sarang utama perilaku curang ini. Sebuah unggahan di Reddit, yang disertai klip pemain ditembak menembus atap, mengungkapkan frustrasi: “Berkali-kali saya terbunuh di balik tembok atau menembus tembok, orang-orang curang gila-gilaan dan itu membuat saya ingin berhenti karena Anda tidak bisa berbuat apa-apa melawan mereka.”

Komentar teratas di unggahan tersebut mencerminkan pengalaman serupa: “I convinced a friend of giving the game a try, then on our first Stella Montis we got killed through the roof.” Kecurangan di luar batas (out-of-bounds cheats) khususnya, dilaporkan semakin meluas secara daring.

Seorang Redditor lain yang frustrasi bertanya, “Is Embark doing anything about the cheaters? I got killed by someone on the roof somehow shooting inside of Stella Montis.” Diyakini bahwa para pelaku kecurangan menggunakan perangkat lunak khusus yang dapat ditemukan secara daring. Modifikasi semacam ini memang sering mengganggu banyak gim, termasuk Battlefield dan Call of Duty.

Mantan pro esports Matthew ‘Nadeshot’ Haag, melalui unggahannya di X/Twitter pada 4 Januari 2026, menilai bahwa standar yang mengkhawatirkan sedang terbentuk untuk Arc Raiders. “The egregious amount of cheating genuinely might be worse than peak Call of Duty,” tegas Haag.

Haag kemudian mengusulkan bagaimana Embark seharusnya menangani masalah kecurangan ini. “I think the only option they have to protect the success of this game is similar to how Epic handled Fortnite in the past – legitimate legal action against providers and individuals who are actively supplying and using cheating software,” ujarnya.

Mureks mencatat bahwa meskipun ide tersebut menarik, Epic Games adalah perusahaan yang jauh lebih besar dengan sumber daya yang signifikan untuk upaya semacam itu. Embark Studios memang bukan perusahaan kecil, tetapi tidak berada pada level yang sama dengan Epic.

Namun demikian, peningkatan kecurangan ini tampaknya menjadi masalah yang harus segera diselesaikan oleh tim pengembang. Jika tidak, reputasi dan basis pemain Arc Raiders bisa terancam.

Mureks