Motorola secara resmi memperkenalkan perangkat pelacak terbarunya, Moto Tag 2, dalam ajang pameran teknologi Consumer Electronics Show (CES) 2026. Perangkat ini hadir dengan peningkatan signifikan, terutama pada daya tahan baterai yang diklaim mampu bertahan hingga lebih dari satu setengah tahun.
Allison Johnson, seorang peninjau senior dengan pengalaman lebih dari satu dekade di bidang teknologi konsumen, menyoroti peningkatan daya tahan baterai ini. Moto Tag 2 disebut dapat beroperasi selama lebih dari 500 hari atau hampir 1,5 tahun sebelum memerlukan penggantian baterai baru. Angka ini jauh melampaui generasi sebelumnya yang hanya menjanjikan daya tahan hingga satu tahun, setara dengan Apple AirTag.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Untuk fungsi pelacakan, Moto Tag 2 memanfaatkan jaringan Find Hub milik Google, memungkinkan pengguna menemukan barang-barang mereka dengan lebih mudah. Perangkat ini juga dilengkapi dengan teknologi Ultra-Wideband (UWB) untuk pelacakan lokasi yang sangat presisi. Fitur UWB ini, menurut Mureks, merupakan peningkatan penting karena pada Moto Tag generasi pertama belum didukung saat peluncuran awal.
Selain efisiensi baterai, Moto Tag 2 juga dirancang lebih tangguh. Perangkat ini memiliki sertifikasi ketahanan debu dan air IP68, meningkat dari IP67 pada generasi pertama. Sebuah tombol multifungsi juga tetap disertakan, yang dapat memicu bunyi bip dari ponsel jika pengguna mencari ponselnya, atau berfungsi sebagai tombol rana jarak jauh untuk kamera.
Motorola belum mengumumkan tanggal peluncuran pasti maupun harga untuk Moto Tag 2. Namun, perusahaan memastikan bahwa perangkat ini akan tersedia di Amerika Utara, dengan informasi lebih lanjut yang akan diumumkan “dalam beberapa bulan mendatang.”
Referensi penulisan: www.theverge.com






