Olahraga

Misteri Kesuksesan Pelatih Interim Manchester United: Dari Solskjaer hingga Van Nistelrooy, Kerap Jadi Juru Selamat

Kursi panas pelatih Manchester United kembali menjadi sorotan setelah manajemen resmi memecat Ruben Amorim pada Senin, 5 Januari 2026. Situasi ini memaksa klub menunjuk manajer Manchester United U-18, Darren Fletcher, sebagai caretaker atau pelatih sementara untuk menakhodai tim hingga akhir musim.

Mureks mencatat bahwa sejarah modern Setan Merah justru menunjukkan fenomena menarik: pelatih interim kerap memberikan performa yang lebih stabil dan bahkan gemilang dibandingkan pelatih permanen di awal masa jabatannya. Berikut adalah deretan pelatih sementara yang sukses menjadi juru selamat di saat krisis.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Ole Gunnar Solskjaer: Sang Juru Selamat dari Norwegia

Kisah Ole Gunnar Solskjaer adalah salah satu periode caretaker paling sukses dalam sejarah Manchester United. Ditunjuk pada Desember 2018 untuk menggantikan Jose Mourinho yang meninggalkan atmosfer “toksik”, Solskjaer langsung menyulap tim menjadi mesin kemenangan.

  • Rekor Awal: Ia memenangkan delapan pertandingan pertamanya secara beruntun, sebuah rekor klub yang fantastis.
  • Momen Ikonik: Puncak performanya adalah comeback dramatis melawan Paris Saint-Germain di Liga Champions, sebuah “Malam di Paris” yang tak terlupakan.
  • Statistik Interim: Dari 19 laga, Solskjaer berhasil meraih 14 kemenangan.
  • Dampak: Kehadirannya mengembalikan senyum di wajah Paul Pogba dan Marcus Rashford, yang berujung pada pemberian kontrak permanen sebagai manajer.

Ruud van Nistelrooy: Produktivitas Instan Sang Legenda

Sebelum era Ruben Amorim dimulai, para penggemar Manchester United sempat dibuat jatuh cinta oleh periode singkat Ruud van Nistelrooy pada November 2024. Menggantikan Erik ten Hag, Ruudtje membawa aura positif yang instan ke dalam skuad.

  • Rekor: Ia tak terkalahkan dalam empat pertandingan, dengan catatan tiga kemenangan dan satu hasil seri.
  • Produktivitas: Timnya mencetak 11 gol hanya dalam empat laga, menunjukkan rata-rata hampir tiga gol per pertandingan.
  • Warisan: Van Nistelrooy pergi dengan kepala tegak saat Amorim datang, meninggalkan standar tinggi bagaimana seharusnya seorang penyerang United bermain.

Michael Carrick: Kejutan di Tengah Jadwal Neraka

Masa bakti Michael Carrick sebagai pelatih interim pada November 2021 memang sangat singkat, hanya tiga laga, setelah pemecatan Solskjaer. Namun, ia menghadapi jadwal “neraka” dengan hasil yang mengejutkan.

  • Lawan Berat: Carrick memimpin tim melawan Villarreal di Liga Champions, Chelsea (tandang), dan Arsenal (kandang).
  • Hasil: Ia berhasil meraih dua kemenangan dan satu hasil seri. Tim lolos ke fase gugur Liga Champions dan menahan imbang Chelsea di Stamford Bridge.
  • Keputusan Berani: Carrick berani mencadangkan Cristiano Ronaldo demi taktik pressing, sebuah keputusan yang terbukti efektif pada saat itu.

Ryan Giggs: Debut Talenta Muda dan Kebangkitan Old Trafford

Ryan Giggs adalah sosok pertama yang mengambil peran pelatih interim pasca-pemecatan David Moyes pada April 2014. Meski hanya memimpin empat laga, Giggs berjasa memberikan debut kepada talenta muda dan mengembalikan kepercayaan diri di Old Trafford.

  • Statistik: Dari empat pertandingan, ia mencatat dua kemenangan, satu hasil seri, dan satu kekalahan.
  • Warisan: Giggs memberikan debut kepada James Wilson, yang langsung mencetak dua gol, dan Tom Lawrence, menunjukkan komitmen klub terhadap pengembangan pemain muda.

Pelajaran untuk Manajemen: DNA Klub Kunci Kesuksesan

Pola kesuksesan para pelatih interim di atas memiliki satu benang merah yang jelas: mereka mengenal DNA klub. Solskjaer, Carrick, Giggs, dan Van Nistelrooy adalah mantan pemain yang paham betul beban mengenakan seragam merah Manchester United.

Kini, dengan kepergian Amorim, nama-nama seperti Darren Fletcher, yang sedang bersinar di tim U-18, atau potensi kembalinya salah satu legenda di atas, digadang-gadang bisa menjadi solusi jangka pendek terbaik untuk menyelamatkan musim 2025/2026.

Mureks