Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir pada Kamis, 8 Januari 2026, membeberkan rincian bonus yang akan diterima oleh para atlet peraih medali di ajang SEA Games 2025. Pengumuman ini dilakukan di Istana Negara, Jakarta, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam keterangannya, Erick Thohir menjelaskan bahwa peraih medali emas SEA Games 2025 akan mendapatkan bonus sebesar Rp1 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan, yakni dua kali lipat dibandingkan bonus emas pada SEA Games 2023 yang kala itu sebesar Rp500 juta.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Namun, untuk peraih medali perak dan perunggu, jumlah bonus yang diberikan tetap sama dengan tahun 2023. Atlet peraih perak akan menerima Rp315 juta, sementara peraih perunggu mendapatkan Rp157 juta. Erick juga menambahkan bahwa perhitungan bonus untuk peraih emas secara beregu dan ganda akan memiliki skema tersendiri.
Literasi Keuangan dan Transparansi Penyaluran Bonus
“Nanti juga ada perhitungan tersendiri untuk beregunya, termasuk pelatih juga mendapatkan bonus. Kami juga memberikan literasi keuangan kepada para pelatih dan atlet, bahwa bonus yang negara berikan, ini adalah sebagai amanah untuk masa depan mereka,” ujar Erick di Istana Negara, Kamis (8/1/2026).
Menpora Erick Thohir juga merinci total bonus yang dialokasikan untuk seluruh kontingen Indonesia di SEA Games 2025. Jumlah keseluruhan mencapai angka fantastis, yakni Rp465,25 miliar. Untuk menjamin transparansi dan kecepatan, bonus tersebut akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing atlet dan pelatih melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI).
“Kami dari Kemenpora langsung mentransfer seluruh bonus kepada masing-masing atlet dan pelatih langsung melalui BRI. Total dananya Rp465,25 miliar. Ini angka yang luar biasa. Terima kasih, Bapak Presiden,” tegas Erick.
Mureks mencatat bahwa total bonus yang dicairkan pada SEA Games 2025 ini mengalami kenaikan dua kali lipat dibandingkan tahun 2023, yang saat itu hanya menyentuh angka Rp289 miliar. Peningkatan signifikan ini tidak terlepas dari jumlah medali emas yang berhasil diraih kontingen Indonesia, ditambah dengan kebijakan kenaikan bonus untuk peraih medali emas.






