Ironi menyelimuti pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir terkait upaya pemberantasan dualisme di federasi olahraga. Di satu sisi, ia menekankan pentingnya mencegah dualisme, namun di sisi lain, kehadirannya dalam Deklarasi Nasional Federasi Olahraga Domino Nasional/Pengurus Besar Olahraga Domino Indonesia (ORADO) pada Jumat, 09 Januari 2026, menimbulkan pertanyaan.
Kehadiran Menpora Erick di acara ORADO tersebut menjadi sorotan, mengingat adanya federasi domino lain yang telah aktif bergerak dan menyelenggarakan berbagai kegiatan.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Federasi Domino Lain Sudah Bergerak Lebih Dulu
Sebelum ORADO mendeklarasikan diri, Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) telah lebih dulu menunjukkan eksistensinya. PORDI bahkan sukses menggelar Indonesia Domino Tournament 2025 (IDoT 2025) pada 15 November 2025 silam.
Ajang IDoT 2025 tersebut diselenggarakan di Plaza Timur Gelora Bung Karno (GBK) dan berhasil menarik partisipasi 2.048 peserta. Mereka datang dari lebih dari 20 provinsi di Indonesia, serta perwakilan dari delapan negara asing, menunjukkan skala dan jangkauan kegiatan PORDI.
PORDI dan ORADO Memiliki Tujuan Serupa
Mureks mencatat bahwa kedua federasi, baik PORDI maupun ORADO, ternyata memiliki tujuan yang serupa dalam mengembangkan olahraga domino di Indonesia. Ketua Umum PORDI, Andi Jamaro Dulung, menegaskan bahwa salah satu fokus utama organisasinya adalah menghilangkan stigma perjudian yang melekat pada permainan domino.
Tidak hanya itu, Andi Jamaro Dulung juga menyatakan bahwa PORDI berjuang keras untuk menjadikan domino sebagai cabang olahraga (cabor) resmi. “Domino bukan sekadar permainan, tapi olahraga pikiran yang mengasah strategi, konsentrasi, dan kerja sama. Kami ingin membawa domino ke level olahraga prestasi lewat IDoT 2025 ini,” ujarnya.
Senada dengan PORDI, Ketua Umum ORADO, Yooky Tjahrial, juga mengungkapkan visi yang sama. Ia menyatakan bahwa melalui ORADO, domino harus naik kelas menjadi olahraga nasional di Indonesia.
“Melalui kampanye #DominoNaikKelas, kami ingin mengangkat domino menjadi olahraga nasional dan menjaring banyak atlet yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” kata Yooky.
Respons Menpora Erick Terkait Dualisme
Menanggapi potensi dualisme yang muncul dari keberadaan dua federasi domino ini, Menpora Erick Thohir untuk sementara tidak memberikan komentar yang terlalu mendalam. Ia menekankan bahwa pengakuan resmi terhadap suatu cabang olahraga berada dalam mekanisme yang diatur oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
“Saya melihat KONI dan KOI yang memiliki kewenangan untuk memberikan endorsement. Saya hadir untuk mendukung. Tetapi yang paling penting jangan sampai terjadi dualisme dalam satu cabor, termasuk di domino ini,” tegas Menpora Erick.






