Jumat, 09 Januari 2026 — Sebuah perangkat komputasi bernama Odinn Omnia mencuri perhatian di ajang CES 2026 pekan ini. Diklaim sebagai pusat data portabel, perangkat ini memiliki bobot mencapai 37 kilogram, sebuah angka yang menantang definisi “portabel” itu sendiri. Namun, di balik bobotnya yang masif, Odinn Omnia menyimpan spesifikasi luar biasa yang lebih sering ditemukan pada rak server khusus.
Dengan empat GPU Nvidia, dua CPU AMD, penyimpanan SSD 1 petabyte, serta monitor 4K berukuran 24 inci, Odinn Omnia hadir sebagai bukti batas-batas rekayasa perangkat keras yang terus diuji. Keberadaannya lebih dari sekadar solusi masalah, melainkan sebuah eksperimen untuk melihat sejauh mana teknologi komputasi dapat dikemas dalam satu kotak, bahkan jika kotak tersebut memerlukan upaya ekstra untuk dipindahkan.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Definisi ‘Portabel’ yang Fleksibel
Menyebut Odinn Omnia sebagai PC portabel memang membutuhkan definisi yang sangat longgar dan selera humor yang tinggi. Konsep ini mengingatkan pada komputer “luggable” era 1980-an, seperti Compaq Portable, yang dianggap mobile hanya karena bisa dipindahkan antar ruangan tanpa bantuan forklift. Mesin-mesin lawas tersebut memiliki bobot jauh lebih ringan dari Omnia, namun tetap dikenal sebagai perangkat yang menguras tenaga saat dibawa.
Perbedaannya kini terletak pada skala. Jika sistem awal memadatkan komputasi kantor ke dalam cangkang seukuran koper, Odinn Omnia mengompres perangkat keras server kontemporer ke dalam satu wadah dan berani menyebutnya mobile. Perangkat ini dilengkapi pegangan jinjing, yang secara teknis memungkinkan untuk diangkat, asalkan pengangkatnya tidak memiliki rencana untuk punggung bagian bawahnya setelah itu.
Spesifikasi Ekstrem Odinn Omnia
Di dalam sasisnya, Odinn Omnia menyertakan spesifikasi yang lebih umum diasosiasikan dengan rak server khusus. Sistem ini mendukung hingga dua prosesor AMD EPYC 9965, memungkinkan total 384 core CPU. Akselerasi grafisnya mencapai empat GPU Nvidia H200 NVL dengan total VRAM gabungan hingga 564GB.
Kapasitas memori mencapai 6TB DDR5 ECC Registered RAM, sementara penyimpanan dapat diperluas hingga 1PB kapasitas NVMe SSD. Sistem ini juga memiliki throughput jaringan hingga 400Gbps, sebuah angka yang tidak biasa untuk dikaitkan dengan perangkat yang memiliki pegangan. Menurut Mureks, angka ini menunjukkan fokus Odinn pada performa tingkat tinggi yang biasanya hanya ditemukan di infrastruktur data center.
Wadah ini juga mencakup unit catu daya redundan berperingkat Platinum dan perangkat keras pendingin terintegrasi. Hal ini semakin memperkuat gagasan bahwa perangkat ini adalah peralatan kelas server sebelum menjadi PC portabel. Kehadiran layar 4K 23,8 inci dan keyboard lipat terasa hampir aneh, mengingat tujuan industri dari perangkat keras di baliknya.
Harga dan Ketersediaan
Odinn memamerkan Omnia di CES 2026 minggu ini, meskipun paparan publik sejauh ini masih terbatas. Saat ini, perusahaan lebih banyak menawarkan demonstrasi video yang dipoles daripada verifikasi langsung secara luas. Odinn belum mengonfirmasi harga, namun para analis memperkirakan konfigurasi yang terisi penuh akan mendekati atau melebihi $500.000, berdasarkan biaya komponen saat ini saja.
Estimasi harga tersebut membuat gagasan untuk mengangkut sistem ini secara santai menjadi semakin sureal, terutama di lingkungan di mana kontrol aset dan keamanan sudah menjadi tantangan. Odinn Omnia masuk dalam kategori kecil perangkat komputasi yang sengaja dibuat aneh, bergabung dengan laptop multi-layar dan workstation mobile ekstrem yang tampaknya dirancang untuk memprovokasi ketidakpercayaan sekaligus memecahkan masalah praktis.
Perangkat ini menyerupai pusat data yang diciutkan hingga secara teknis dapat dibawa, meskipun hanya sedikit orang yang akan melakukannya secara wajar. Apakah hal itu masuk akal sepenuhnya bergantung pada keadaan, tetapi nilai kejutannya saja memastikan perangkat ini akan dikenang lama setelah lelucon tentang PC portabel mereda.






