Menjelang bergulirnya musim Formula 1 yang baru, Red Bull Racing telah mengumumkan Isack Hadjar sebagai rekan setim resmi Max Verstappen, menggantikan Yuki Tsunoda yang kini berstatus pembalap cadangan untuk tahun 2026 setelah finis di posisi ke-17 pada klasemen pembalap tahun lalu. Perubahan ini kembali memicu perdebatan lama di kalangan penggemar dan pengamat F1: siapakah rekan setim terbaik yang pernah mendampingi Max Verstappen di tim Red Bull?
Sejak pertama kali bergabung dengan tim yang berbasis di Milton Keynes pada awal musim F1 2016, Verstappen telah berpasangan dengan enam pembalap berbeda. Dari keenam nama tersebut, Daniel Ricciardo kerap disebut sebagai satu-satunya yang mampu secara konsisten menandingi kecepatan Verstappen.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Dominasi Verstappen dan Tantangan dari Ricciardo
Selama 58 balapan kebersamaan mereka, Ricciardo berhasil meraih empat kemenangan, sedikit di bawah lima kemenangan yang dicatatkan Verstappen. Persaingan kualifikasi mereka pun sangat ketat, dengan Verstappen unggul tipis 34-24 atas pembalap Australia itu. Kemitraan Ricciardo dan Verstappen juga memberikan tantangan konsisten bagi Red Bull dalam perebutan gelar konstruktor, dengan finis kedua pada tahun 2016 dan ketiga pada tahun 2017 serta 2018.
Sementara itu, Sergio Perez memiliki koleksi trofi paling impresif selama empat tahun kebersamaannya dengan Verstappen. Pembalap Meksiko ini secara langsung berkontribusi pada dua gelar konstruktor berturut-turut Red Bull pada tahun 2022 dan 2023. Lima kemenangan balapan Perez termasuk momen-momen berkesan di Monaco dan Azerbaijan, di mana ia menjadi satu-satunya pemenang ganda di sirkuit jalanan Baku. Momen puncaknya terjadi di Abu Dhabi 2021, ketika pertahanan heroiknya melawan Lewis Hamilton terbukti sangat krusial dalam mengamankan gelar juara dunia pertama bagi Verstappen.
Performa Gasly, Albon, Tsunoda, dan Lawson
Di sisi lain, Pierre Gasly dan Alex Albon menghadapi tantangan signifikan untuk memenuhi standar tinggi yang ditetapkan. Masa jabatan Gasly yang hanya 12 balapan dianggap terlalu singkat untuk penilaian yang berarti. Namun, Albon menunjukkan kilasan kecemerlangan dalam 26 balapan, berhasil meraih dua podium selama kampanye Red Bull yang finis sebagai runner-up konstruktor pada tahun 2020.
Kisah serupa juga dialami oleh Yuki Tsunoda dan Liam Lawson. Liam Lawson hanya mendapatkan kesempatan dua balapan bersama Verstappen, sementara Yuki Tsunoda, seperti yang telah disebutkan, kini menjadi pembalap cadangan. Catatan Mureks menunjukkan, perbandingan performa rekan setim Verstappen selalu menjadi topik hangat, mengingat dominasi pembalap Belanda tersebut.
Dengan semua pertimbangan tersebut, perdebatan mengenai siapa rekan setim terbaik Max Verstappen di Red Bull tampaknya akan terus berlanjut, seiring dengan evolusi tim dan kedatangan pembalap-pembalap baru.






